Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dorong Transisi Energi, Perlu Strategi Tepat untuk Mengembangkan Mineral Kritis

📅 Rabu, 11 Feb 2026, 13:12 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Resvani, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) dalam kesempatan yang sama menegaskan sektor mineral dan batu bara disebut milik kolektif dari seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang dikuasakan kepada negara untuk digunakan sebesar besar kemakmuran rakyat. Dengan demikian, laju deplesi sumber daya dan cadangan non renewable mineral dan batu bara harus sejalan dengan laju pertumbuhan 6 parameter sebesar-besar kemakmuran rakyat.

“Pemikiran founding fathers bahwa Mineral harus dikelola (keterlibatan maksimal sebagai pemaknaan workfsare state) oleh bangsa sendiri dengan sangat hati-hati, berdampak maksimal jangka panjang (lintas generasi) untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju (developed country), bukan hanya sebagai instrumen ekonomi jangka pendek,”ucap Resvani.

Resvani yang juga merupakan Founder-Chairman PT Tura Group Indonesia ini menyoroti potret ekonomi Indonesia di mana GDP dan GD per kapita masih jauh tertinggal dibandingkan negara negara maju di dunia (hampir 1/20 dari besaran GDP USA dan China ). Ia menyebut ekonomi Indonesia masih di drived oleh variabel konsumsi, variable investasi, belanja pemerintah, dan terlebih net ekspor masih jauh tertinggal.

Resvani memandang Indonesia sebagai resource rich country sangat berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi signifikan melalui pengembangan industri manufaktur berbasis sumber daya alam (SDA).

“Sektor Minerba (mineral dan batu bara) adalah bukan hanya sebagai instrumen penerimaan negara namun juga untuk instrumen utama pertumbuhan industri manufaktur dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi menuju negara maju,” ujarnya.

Resvani membeberkan sejumlah tantangan maupun isu terkait industri pertambangan minerba di Indonesia, antara lain soal geopolitik dan geoekonomi yang memengaruhi peningkatan demand mineral kritis strategis dan fluktuasi harga komoditas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

46 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.