Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR RI Dorong Pembentukan Pansus Percepatan Ekonomi serta Penyelesaian Wilayah Perbatasan Papua

📅 Senin, 09 Feb 2026, 13:35 WIB | Oleh:
DPR RI Dorong Pembentukan Pansus Percepatan Ekonomi serta Penyelesaian Wilayah Perbatasan Papua Doc: antara foto
Ket. Pameran UMKM dan kerajinan Papua

JAYAPURA - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR) mendorong pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk mempercepat penguatan ekonomi serta penyelesaian berbagai persoalan di wilayah perbatasan Papua yang dinilai masih menghadapi tantangan pembangunan dan keterbatasan infrastruktur pendukung pelayanan publik.

Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda di Jayapura, Senin (9/2), mengatakan kompleksitas persoalan di kawasan perbatasan tidak dapat ditangani secara parsial, karena melibatkan banyak kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah, sehingga diperlukan wadah koordinasi yang lebih kuat dan memiliki kewenangan luas melalui pembentukan Pansus di Parlemen RI.

“Selama ini penanganan isu perbatasan lebih banyak dilakukan melalui panitia kerja yang ruang lingkup terbatas pada mitra komisi tertentu, sementara persoalan di lapangan menyangkut lintas sektor mulai dari administrasi pemerintahan, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi masyarakat lokal,” katanya.

Menurut Rifqinizamy, untuk itu pembentukan Pansus akan dibahas bersama seluruh fraksi di DPR RI guna memperoleh kesepahaman politik, sehingga rekomendasi kebijakan yang dihasilkan memiliki legitimasi kuat serta mampu mendorong sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah secara berkelanjutan.

“Kehadiran wilayah perbatasan tidak boleh hanya dipandang sebagai beranda negara, tetapi harus dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan perdagangan lintas batas, pengembangan usaha mikro kecil menengah, serta optimalisasi potensi sumber daya lokal,” ujarnya.

Dia menjelaskan, selain aspek regulasi pihaknya juga memastikan pembangunan fisik, seperti Pos Lintas Batas Negara (PLBN), jalan penghubung, fasilitas kesehatan, dan sarana pendidikan tetap menjadi prioritas agar aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan dapat tumbuh lebih cepat, merata, dan berdaya saing dalam jangka panjang.

“Pada Rabu (4/2) kami sudah melakukan kunjungan ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang ada di Skouw, Kota Jayapura, Papua guna melihat langsung seperti apa kondisi tempat tersebut,” katanya lagi.

Dia menambahkan dan hasil dari kunjungan tersebut memang diperlukan percepatan pembangunan infrastruktur di perbatasan di Papua karena perekonomian di wilayah tersebut sangat memberikan dampak bagi warga setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.