Dinamika Geopolitik Tak Goyahkan Optimisme BI DKI tentang Ekonomi Jakarta 2026
📅 Senin, 09 Feb 2026, 16:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA-Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta, Iwan Setiawan optimistis pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada tahun 2026 akan tetap terjaga. Kendati dibayang bayangi gejolak geopolitik dan dinamika domestik ekonomi Jakarta tetap bergairah dan tumbuh.
"Di tengah dinamika ekonomi global dan nasional, perekonomian Jakarta pada 2026 diprakirakan tumbuh 4,8–5,6 persen (yoy), didukung inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1% (yoy),"ucap Iwan dalam paparannya terkait pertumbuhan ekonomi Jakarta tahun 2025 yang disampaikan di Jakarta, Senin (9/2).
Khusus pada Jakarta Triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi DKI diprakirakan tetap kuat ditopang oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga (RT) sejalan tingginya aktivitas.
Adapun pertumbuhan tahun 2026 papar Iwan ditopang oleh konsumsi rumah tangga, meningkatnya investasi, laju ekspor dan lapangan usaha.
Dadi sisu konsumsi rumah tangga (RT), karena daya beli yang relatif lebih berdaya tahan, a.l. kenaikan UMP Jakarta 2026 sebesar 6,17 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian, tingginya sektor formal (63,43% di Jakarta vs 36,57% di nasional; Data November 2025).
Hal lainnya maraknya beragam event baik skala nasional maupun internasional. Lalu, stimulus dan insentif fiskal oleh Pemerintah.
Dari sisi investasi, didorong investasi swasta. Agenda transformasi Jakarta menuju Kota Global, seiring peringatan HUT ke-500 Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian, berlanjutnya pembangunan proyek strategis yang bersifat multitahun, seperti MRT, LRT, TOD, dan gedung bertingkat.
Dari sisi ekspor, pertumbuhan ekonomi negara tujuan utama seperti Amerika Serikat, Eropa, Amerika Latin, dan Timur Tengah yang masih tumbuh kuat pada 2026.
Dari sisi Lapangan usaha (LU), didukung LU Perdagangan, Akomodasi dan Makan Minum, Transportasi dan Pergudangan, serta Jasa Keuangan dan Jasa Perusahaan sejalan dengan pergeseran struktur ekonomi Jakarta yang semakin ke sektor tersier.
Adapun inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen karena perkiraan produksi pangan yang lebih baik seiring program ketahanan pangan Pemerintah.
Kemudian, koordinasi program 4K yang semakin kuat dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), termasuk pemenuhan pasokan pangan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan, perluasan Urban Farming, penguatan KAD serta penguatan stok pangan & pasar murah.
Ekonomi tahun 2025
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!