Wamen HAM: Tragedi Siswa SD di NTT Jadi Wake-Up Call bagi Negara
📅 Jumat, 06 Feb 2026, 19:30 WIB | Oleh: Tim PenulisSemasa hidup, korban yang merupakan anak bungsu dari lima bersaudara tinggal bersama neneknya, sementara ibunya tinggal di kampung lain bersama empat saudara korban.
Sementara itu, ayah kandung korban pergi merantau saat korban masih di kandungan ibunya dan hingga kini tidak pernah kembali.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!