Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes Berkomitmen untuk Dorong Pemerataan RSUD hingga Pelosok Daerah

📅 Jumat, 06 Feb 2026, 15:50 WIB | Oleh:
Menkes Berkomitmen untuk Dorong Pemerataan RSUD hingga Pelosok Daerah Doc: RRI/Aditya Prabowo
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (dua dari kanan) 

KALIMANTAN BARAT - Pemerintah mempercepat pembangunan 66 RSUD tipe C demi menghadirkan layanan kesehatan rujukan bagi masyarakat daerah. Salah satu proyek yang kini hampir selesai adalah RSUD Tuan Besar Syarif Idrus, Kabupaten Kumbu Raya, Kalimantan Barat.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pembangunan rumah sakit tersebut menunjukkan progres cepat. Meski baru dimulai tahun 2025, Menkes Budi menjelaskan, bangunan fisik di RSUD tersebut kini nyaris rampung.

“Tahun lalu kita groundbreaking 22 rumah sakit. Kumburaya ini kalau tidak Maret atau April mulai, sekarang Januari belum sampai satu tahun sudah jadi seperti ini,” kata Budi Gunadi Sadikin kepada wartawan usai meninjau Proses Pembangunan RSUD Tuan Besar Syarif Idrus, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (6/2).

Menurut dia, rumah sakit baru itu diproyeksikan segera beroperasi dan diusulkan untuk diresmikan Presiden apabila seluruh fasilitas telah siap. Budi menegaskan RSUD tipe C mendekatkan layanan spesialistik agar pasien tak perlu dirujuk jauh ke kota.

“Kalau sudah siap seperti ini, kita usulkan ke Bapak Presiden untuk diresmikan. Yang penting rumah sakit ini bisa memberikan layanan lengkap, jantung, stroke, kanker, ginjal, ibu dan anak,” ucap Menkes Budi.

Ia menjelaskan, fasilitas medis yang disiapkan bukan layanan dasar. RSUD Kumburaya akan dilengkapi peralatan canggih seperti cath lab untuk tindakan jantung dan stroke, hingga kemampuan bedah saraf terbuka.

“Kalau kena stroke, baik perdarahan maupun sumbatan, bisa ditreatment di sini. Ada cath lab dan nanti bisa bedah kraniotomi atau bedah otak terbuka,” kata Budi.

Sementara, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya mengatakan rumah sakit tersebut dirancang untuk menangani mayoritas penyakit katastropik di daerah. Seperti penyakit kanker, jantung, stroke, hingga gangguan ginjal dan urologi.

“Targetnya 80 persen kasus penyakit masyarakat bisa ditangani di rumah sakit ini tanpa perlu rujukan jauh. Seluruh bangunan telah memenuhi standar Kementerian Pekerjaan Umum, ramah disabilitas, serta tahan gempa hingga magnitudo 8,” kata Azhar. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.