Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyumas Bidik Pusat Ekspor Gula Kelapa Dunia dari Kelapa Genjah

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 16:15 WIB | Oleh:

“Saya sering bilang pabrik saya ada 20 ribu, karena setiap rumah petani adalah pabrik. Tantangannya adalah bagaimana menyatukan standar,” katanya.

Dari hasil riset, beberapa varietas kelapa genjah dinilai paling sesuai dengan kontur Banyumas, antara lain Genjah Kuning Bali, Genjah Nias, serta kelapa dalam jenis Bido yang relatif pendek dan produktif.

Dukungan internasional juga menguatkan langkah Banyumas. Implementation Manager proyek develoPPP Coconut Sugar dari Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, Dominik Schwab mengatakan kerja sama ini merupakan kemitraan publik-swasta antara Indonesia dan Jerman.

Mitra dari Jerman itu ingin meningkatkan rantai pasok gula kelapa dari Banyumas agar lebih berkelanjutan, baik untuk lingkungan maupun petani kecil.

Intervensi proyek meliputi peralihan ke kelapa genjah, peningkatan praktik budi daya ramah lingkungan, pengembangan agroforestri, hingga kerja sama riset dengan universitas lokal dan nasional.

Hal itu bertujuan meningkatkan pendapatan petani, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, sehingga kerja sama tersebut saling menguntungkan.

Perlindungan penderes

Selain aspek produksi dan ekspor, Pemkab Banyumas juga menaruh perhatian pada pelindungan sosial penderes. Bupati Sadewo mengimbau para eksportir gula kelapa untuk memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Pemkab memandang penderes itu sebagai aset. Karena itu, Pamkab Banyumas mendorong para eksportir memberi pelindungan sosial. Hal itu mudah diwujudkan karena eksportir memiliki kemampuan, hanya tinggal kemauan.

Data Pemkab Banyumas mencatat jumlah penderes mencapai 21.910 orang, namun hingga pertengahan 2025 baru sekitar 6.699 orang yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Angka itu menjadi pekerjaan rumah bersama.

Bagi pemkab, transformasi gula kelapa Banyumas bukan semata agenda ekonomi, melainkan upaya menjaga keselamatan, martabat, dan masa depan masyarakat perdesaan.

Dengan peremajaan kelapa, penguatan industri, dukungan internasional, serta pelindungan sosial, Banyumas diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai tulang punggung gula kelapa dunia secara berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.