Kick-Off JYFF 2026: Jurus Wagub Rano Sulap Jakarta Jadi Kota Sinema Setara Internasional
📅 Selasa, 03 Feb 2026, 16:42 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno membuka kick-off Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026 di Djakarta Theater, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan ekosistem perfilman Jakarta menuju visi Jakarta sebagai Kota Sinema.
Rano menyebut JYFF sebagai strategi konkret untuk mendorong subsektor perfilman dan konten audiovisual berkembang lebih masif. Menurutnya, festival ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi pintu masuk pembinaan kreator muda.
"Hari ini kita baru saja menyaksikan kick-off Jakarta Youth Film Festival 2026. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat subsektor perfilman dan konten audiovisual di Jakarta," ujar Rano.
Ia menegaskan film memiliki kekuatan besar dalam membentuk kesadaran publik dan memperkuat identitas bangsa. Tema "Jakarta Kota Kita" diharapkan melahirkan karya yang merepresentasikan keberagaman dan dinamika ibu kota.
"JYFF ini merupakan kick-off yang panjang. Saya optimistis, dalam dua tahun ke depan festival ini akan berkembang menjadi ajang film anak muda berskala internasional. Inilah yang saya maksud dengan film tanpa batas," tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rano juga menyoroti potensi geografis dan budaya Indonesia yang bisa diangkat ke layar lebar melalui karya generasi muda. Mulai dari kuliner, tekstil, hingga tradisi lokal dinilai memiliki nilai cerita yang kuat.
Ia menekankan film pendek bukan karya murah atau sekadar iseng. Menurutnya, format pendek justru menuntut kekuatan konsep dan kreativitas yang matang.
"Film pendek bukan film murah, melainkan sebuah karya seni yang harus diselesaikan dengan konsep yang kuat. Steven Spielberg, Jackie Chan, Oliver Stone, Michael Bay, Alfred Hitchcock, hingga Akira Kurosawa memulai perjalanan kreatifnya melalui film pendek dan festival seperti ini," paparnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rano menegaskan dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap JYFF sejalan dengan program Jakarta Kota Sinema. Program tersebut mencakup pembangunan ekosistem film dari hulu ke hilir.
Ia menyebut penguatan dilakukan mulai dari pendidikan, produksi, distribusi, hingga apresiasi karya. Pemprov juga memperkuat regulasi dan fasilitasi industri film.
Langkah tersebut meliputi kemudahan produksi, pengelolaan lokasi syuting, penataan ruang publik, integrasi perizinan, hingga perlindungan karya dan pelaku industri. Rano menyebut kebijakan ini dirancang agar industri film tumbuh berkelanjutan.
"Seluruh upaya ini menjadi fondasi agar ekosistem perfilman Jakarta tumbuh lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Karena itu, Jakarta Kota Sinema bukan sekadar slogan, melainkan agenda pembangunan kota," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan mengatakan JYFF merupakan bagian dari rangkaian Jakarta Creative Festival. Agenda tersebut akan berlangsung hingga awal Juli 2026.
Menurut Iwan, JYFF menjadi salah satu program unggulan yang memiliki efek pengganda besar. Dampaknya menjalar ke sektor kuliner, transportasi, perhotelan, hingga rumah produksi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!