Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspada! Bengkel Ilegal di Tiongkok Daur Ulang 75 Persen Baterai EV Bekas

📅 Minggu, 01 Feb 2026, 19:59 WIB | Oleh:
Waspada! Bengkel Ilegal di Tiongkok Daur Ulang 75 Persen Baterai EV Bekas Doc: ANTARA/Bosch Media Service
Ket. Ilustrasi proses daur ulang baterai kendaraan listrik.

TIONGKOK - Pasar “abu-abu” untuk daur ulang baterai kendaraan listrik (EV) dilaporkan berkembang pesat di Tiongkok.

Laman Carnewschina, Jumat (30/1) melaporkan, bengkel-bengkel tanpa izin menangani sekitar 75 persen baterai kendaraan listrik yang sudah tidak digunakan lagi di negara tersebut.

Operasi ilegal ini menghasilkan keuntungan besar, diperkirakan sekitar 10.000 yuan (kisaran 24 juta rupiah) per kendaraan, namun menimbulkan risiko serius terhadap lingkungan dan keselamatan, serta melemahkan industri daur ulang resmi.

Di saat Tiongkok bersiap menghadapi gelombang besar baterai EV yang memasuki masa pensiun, dominasi sektor tak teregulasi ini menjadi tantangan besar bagi pembangunan berkelanjutan.

Investigasi media Tiongkok Yicai menemukan salah satu bengkel rahasia yang tersembunyi di dekat Kawasan Industri Qingcaowo, Huizhou, Guangdong. Bengkel ini beroperasi tanpa nama perusahaan dan dengan pengawasan gerbang yang ketat.

Di lokasi tersebut terlihat lebih dari 100 paket baterai yang sudah dibongkar berserakan di lantai beton, sebagian dicongkel, sebagian lain berada di dekat mesin pemotong kecil. Di dalamnya, para pekerja terlihat menguji sel baterai, membongkar paket baterai menggunakan bor, mengemas ulang sel yang telah “dipercantik” dengan lapisan baru, serta mengatur penjualan.

Wu Lei (nama samaran), manajer bengkel tersebut, menjelaskan proses bisnis yang sederhana namun sangat menguntungkan: membeli paket baterai EV bekas dari seluruh Tiongkok, membongkarnya menjadi sel-sel individual, menguji kualitasnya, lalu menyortirnya.

Sel berkualitas tinggi (yang masih memiliki lebih dari 50 persen kapasitas awal) diberi lapisan baru dan dijual kembali, biasanya kepada produsen kendaraan roda dua, roda tiga, power bank, dan sistem penyimpanan energi.

Sel berkualitas rendah atau yang rusak dihancurkan untuk mengekstraksi logam berharga seperti nikel, kobalt, dan litium.

Ponsel Wu Lei terus berdering menerima tawaran paket baterai, yang ia kumpulkan menggunakan truk derek.

Sumber baterai tersebut berasal dari perusahaan asuransi, rumah lelang, perusahaan transportasi daring, serta pemilik mobil perorangan. Ia mengklaim pernah memproses hampir 1.000 paket baterai dalam satu hari.

Sebagian pembongkaran dilakukan di lokasi, sering kali dengan praktik berbahaya seperti serpihan logam yang berhamburan dan pekerja tanpa alat pelindung. Paket baterai yang lebih kompleks dikirim ke fasilitas lain.

Insentif finansial dari operasi ilegal ini sangat besar. Bengkel kecil dapat membeli baterai dengan harga 0,5–0,6 yuan (sekitar 1.200 rupiah) per Ah dan menjual kembali sel “rekondisi” seharga 1 yuan (2.400 rupiah) per Ah.

Untuk satu sel berkapasitas 100 Ah, ini berarti keuntungan 50 yuan (sekitar 120 ribu rupiah). Sebuah kendaraan listrik dengan jarak tempuh 600 km biasanya memiliki sekitar 200 sel seperti ini, sehingga bengkel bisa memperoleh keuntungan sekitar 10.000 yuan (24 juta rupiah) per kendaraan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.