Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspadai Anomali Cuaca di Puncak Kemarau, BNPB Minta Pemda dan Masyarakat Selalu Siaga

📅 Jumat, 01 Agu 2025, 15:31 WIB | Oleh:
Waspadai Anomali Cuaca di Puncak Kemarau, BNPB Minta Pemda dan Masyarakat Selalu Siaga Doc: ANTARA
Ket. Material bebatuan dan batang pohon dari lereng Gunung Marapi hanyut terbawa banjir bandang di Desa Bukik Batabuah, Bukittinggi, Sumatera Barat.

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai peristiwa banjir dan angin kencang di tiga provinsi beberapa hari terakhir yang sudah masuk puncak musim kemarau, merupakan gejala anomali cuaca yang harus diwaspadai pemerintah daerah dan masyarakat.

"Bencana hidrometeorologi basah terjadi di tengah musim kemarau, kepada seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Jumat (1/8).

Dia menjelaskan bahwa peristiwa bencana hidrometeorologi basah itu mengakibatkan pemukiman terendam, infrastruktur rusak, serta puluhan rumah terdampak yang terjadi di Provinsi Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Jawa Tengah.

BNPB mencatat banjir di Kabupaten Seluma, Bengkulu terjadi setelah hujan dengan intensitas sangat deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (31/7) malam dini hari.

Dari peristiwa itu sebanyak 206 unit rumah termasuk satu kantor desa, satu balai desa, lima akses jalan, satu fasilitas pendidikan, dan satu jembatan gantung yang putus masing-masing tersebar di Kecamatan Sukaraja, Air Periukan, Lubuk Sandi, Seluma Barat, Seluma dan Seluma Utara.

Abdul menjabarkan bahwa pada hari yang sama hujan deras juga membuat debit air sungai meluap hingga membanjiri Kecamatan Baturaja Timur dan Baturaja Barat di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Tim reaksi cepat BPBD Ogan Komering Ulu (OKU) menangani sebanyak 82 kepala keluarga atau 322 orang warga terdampak banjir itu, sementara di saat bersamaan petugas juga menangani kebakaran lahan.

"Lalu sehari sebelumnya, pada Rabu (30/7) cuaca ekstrem berupa angin kencang menerjang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah," kata dia.

Berdasarkan data yang diterima tim BNPB melaporkan angin kencang tersebut mengakibatkan sebanyak 41 rumah warga di Kabupaten Rembang rusak. Dimana saat ini warga bersama tim petugas gabungan masih melakukan pembersihan material dan perbaikan rumah secara bergotong royong.

Abdul mengungkapkan bahwa dari rentetan kejadian tersebut membuktikan langkah mitigasi seperti pembersihan drainase, pemangkasan pohon rapuh, mutlak untuk diperkuat berbarengan aktivitas sosialisasi pelarangan pembukaan lahan dengan dibakar guna meminimalkan risiko di tengah puncak musim kemarau Juli-Agustus ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kenaikan biaya harga pakan ayam

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

1 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng

Potensi komoditas kakao Jembrana

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
Daerah
Anak harimau sumatra di TSI...

Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta
Nasional
Sidang vonis Mantan Wamenna...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.