Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspada! Bengkel Ilegal di Tiongkok Daur Ulang 75 Persen Baterai EV Bekas

📅 Minggu, 01 Feb 2026, 19:59 WIB | Oleh:

Margin besar ini memungkinkan mereka menawarkan harga hingga 30 persen lebih tinggi untuk baterai bekas dibandingkan perusahaan resmi dalam “daftar putih”, sehingga pasokan baterai “dicegat” oleh pasar abu-abu.

Pasar abu-abu ini tetap berkembang meskipun kapasitas daur ulang resmi sebenarnya besar.

Menurut “White Paper on China’s Lithium-ion Battery Recycling, Disassembly, and Cascade Utilization Industry (2024)”, kapasitas nominal daur ulang baterai Tiongkok mencapai 3,8 juta ton, namun perusahaan “daftar putih” hanya memproses 623.000 ton, dengan tingkat pemanfaatan kapasitas kurang dari 18 persen.

Sebaliknya, entitas non–“daftar putih”, khususnya bengkel kecil, menyumbang 75 persen dari daur ulang baterai bekas yang sebenarnya terjadi.

Mendirikan bengkel kecil membutuhkan modal kurang dari 600.000 yuan (1,4 miliar rupiah), tetapi dapat menghasilkan keuntungan hingga jutaan yuan.

Bahaya lingkungan dan keselamatan

Ketiadaan prosedur yang benar di bengkel-bengkel ini menimbulkan risiko serius. Para pekerja sering terlihat tanpa perlengkapan keselamatan, dan bahan berbahaya ditangani secara sembarangan.

Hal yang paling penting, bengkel-bengkel ini tidak memiliki teknologi canggih untuk mencapai tingkat pemulihan logam berharga yang tinggi.

Perusahaan resmi seperti CATL mampu mencapai tingkat pemulihan litium di atas 90 persen serta pemulihan nikel, kobalt, dan mangan di atas 98 persen.

Sebaliknya, bengkel kecil hanya mampu melakukan pembongkaran dasar dan menghasilkan “bubuk hitam”, yaitu bahan mentah yang masih harus diproses lebih lanjut oleh fasilitas besar dan khusus.

Proses yang tidak efisien dan tidak aman ini menyebabkan pemborosan sumber daya dan pencemaran lingkungan.

Selain itu, operasi semacam ini umumnya tidak memiliki sistem keterlacakan, sehingga asal-usul dan tujuan akhir baterai daur ulang tidak dapat dilacak.

Wu Lei bahkan mengakui pernah mengganti sel dengan kapasitas berbeda ketika stok terbatas, yang menimbulkan kekhawatiran serius terkait kualitas dan keselamatan produk “rekondisi” tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pentagon Jadwalkan Jet Temp...

Promosikan Kain Ulos agar Makin Banyak Dikenal

51 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Promosikan Kain Ulos agar M...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.