Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Persiapan Perang Besar, Angkatan Laut Berlatih Pendaratan Jet Tempur Intensitas Tinggi di Kapal Induk

📅 Minggu, 01 Feb 2026, 00:04 WIB | Oleh:
Persiapan Perang Besar, Angkatan Laut Berlatih Pendaratan Jet Tempur Intensitas Tinggi di Kapal Induk Doc: Istimewa
Ket. Kompleksitas operasi pendaratan darurat yang harus dilatih oleh personel Tiongkok telah meningkat, karena sayap udara Fujian yang jauh lebih besar, dan kemampuannya untuk meluncurkan tiga pesawat sayap tetap secara bersamaan.

BEIJING - Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok dilaporkan telah menggelar pelatihan pendaratan yang dilakukan pada replika dek kapal induk skala penuh, dengan pesawat tempur J-15 di akademi yang digunakan untuk melatih penerbang angkatan laut dan awak kapal di dek kapal induk. 

Dari Military Watch, ketiga kapal induk Tiongkok yang dirancang untuk mengoperasikan pesawat tempur sayap tetap, Liaoning , Shandong , dan Fujian , menggunakan peralatan pendaratan darurat untuk menampung pesawat tempur J-15 dan pesawat serang elektronik J-15D, dengan Fujian juga menampung pesawat tempur generasi kelima J-35 dan sistem peringatan dini dan kendali udara KJ-600.

Kompleksitas operasi pendaratan darurat yang harus dilatih oleh personel Tiongkok telah meningkat, karena sayap udara Fujian yang jauh lebih besar, dan kemampuannya untuk meluncurkan tiga pesawat sayap tetap secara bersamaan di mana dua kapal induk sebelumnya hanya dapat meluncurkan satu, telah meningkatkan persyaratan untuk memulihkan pesawat dengan sangat cepat secara berurutan. Diperkirakan bahwa awak Fujian akan dituntut untuk dapat melakukan pemulihan dengan jarak waktu sesingkat 25-35 detik selama operasi intensitas tinggi. 

J-15 pertama kali memasuki layanan pada tahun 2013 untuk membentuk komponen sayap tetap dari sayap udara kapal induk pertama Angkatan Laut, Liaoning , dan dikembangkan sebagai turunan dari pesawat tempur superioritas udara J-11B Angkatan Udara. Masih belum pasti sejauh mana varian dasar J-15 yang lebih tua tetap berada di garis depan, karena varian J-15B yang baru telah diperkenalkan ke dalam layanan dengan kemampuan 'generasi 4+' yang jauh lebih baik dan potensi tempur beberapa kali lebih tinggi. Setelah diperkenalkannya J-15B, banyak spekulasi bahwa J-15 yang lebih tua akan dialihkan ke operasi dari pangkalan di darat dan untuk tugas pelatihan. 

Semua kapal induk yang mengerahkan berbagai jenis pesawat sayap tetap menggunakan kabel penahan pendaratan (arresting gear wires) untuk pendaratan yang dihentikan dengan cara menahan pesawat. Pesawat akan terhubung ke kabel ini saat mendarat, memungkinkan mereka untuk berhenti dengan aman di dek penerbangan yang sangat pendek menggunakan kombinasi penerbangan presisi dan pengereman mekanis. Tidak seperti landasan pacu di darat, dek kapal induk pendek dan selalu bergerak, miring dan berguling, serta terombang-ambing oleh ombak, sementara tidak memiliki margin untuk melakukan pendaratan ulang (go-around) setelah sepenuhnya berada di landasan, memaksa pesawat untuk mendarat pada sudut yang lebih tinggi dan mengandalkan gaya henti eksternal dari kabel penahan pendaratan daripada rem roda. Kabel penahan pendaratan biasanya setebal 38–40 milimeter, terhubung di bawah dek ke penyerap energi hidrolik atau water-twister, dan dapat menyerap puluhan juta joule energi kinetik.

Amerika Serikat, Tiongkok, Prancis, dan India semuanya mengerahkan kapal induk dengan peralatan pendaratan darurat (arresting gear), dengan kapal induk yang tidak memiliki peralatan tersebut biasanya jauh lebih kecil dan hanya mampu menampung pesawat dengan kemampuan pendaratan vertikal, yang memiliki potensi tempur yang lebih terbatas dan jauh lebih mahal untuk dioperasikan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
Momen Haru HUT RI di Bern, ...

Penurunan Harga Pupuk Membantu Petani Sumedang

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Penurunan Harga Pupuk Memba...

Tinggalkan City, Rodri Perkuat Skuat Barcelona

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tinggalkan City, Rodri Perk...
Ekonomi
Tenun Goyor Hadapi Tantanga...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.