Harga Pupuk Turun Bantu Kurangi Beban Produksi Petani Sumedang
📅 Rabu, 19 Agu 2026, 07:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
SUMEDANG – Petani padi di Desa Ujungjaya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, merasakan penurunan harga pupuk sekitar 20 persen dibandingkan musim tanam sebelumnya sehingga membantu menekan beban biaya produksi.
Petani setempat, Solihin, di Sumedang, Jawa Barat, Selasa (18/8), mengatakan ketersediaan pupuk, termasuk pupuk bersubsidi, saat ini relatif mudah diperoleh untuk memenuhi kebutuhan sarana produksi selama kegiatan budidaya padi.
“Harga pupuk turun sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk ketersediaannya juga relatif mudah didapatkan,” kata Solihin.
Menurut dia, harga pupuk NPK Phonska dan Urea pada musim tanam sebelumnya Rp230.000 kini berada sekitar Rp189.000 per kuintal sehingga dinilai membantu petani karena kebutuhan pupuk menjadi salah satu komponen biaya dalam produksi padi.
Pemerintah menetapkan HET pupuk bersubsidi terbaru, yakni Urea Rp1.800 per kilogram dari sebelumnya Rp2.250, NPK Phonska Rp1.840 dari Rp2.300, NPK Kakao Rp2.640 dari Rp3.300, dan pupuk organik Rp640 dari Rp800 per kilogram.
Sebaiknya Anda baca juga:
Solihin mengatakan biaya produksi padi saat ini masih berada pada kisaran Rp12 juta hingga Rp15 juta per hektare dengan biaya tenaga kerja untuk kegiatan tanam meningkat dari sekitar Rp60.000-Rp70.000 menjadi sekitar Rp100.000.
Meski sejumlah biaya usaha tani meningkat, kondisi tersebut masih dapat diimbangi kenaikan harga gabah yang diterima petani dengan harga gabah basah saat ini mencapai sekitar Rp7.600 per kilogram sehingga pendapatan dari hasil panen menjadi lebih tinggi.
“Dengan harga pupuk yang lebih terjangkau dan ketersediaannya cukup, tentu membantu petani dalam memenuhi kebutuhan produksi,” kata Solihin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain pupuk, penggunaan alat dan mesin pertanian pada sejumlah tahapan budidaya hingga panen turut membantu mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual sehingga dapat menekan dampak kenaikan biaya tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi usaha tani.
Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumedang menyebut efisiensi penggunaan pupuk diperkuat melalui pemetaan kondisi lahan dan pemupukan berimbang sesuai kebutuhan masing-masing wilayah pertanian.
DKPP Sumedang juga memperkuat ketepatan sasaran pupuk bersubsidi melalui pemutakhiran data kebutuhan petani dalam RDKK dan e-RDKK serta pengawasan distribusi.
Hal tersebut dinilai dapat membantu menurunkan harga pupuk yang lebih rendah sehingga petani masih memiliki ruang untuk menjaga pendapatan meskipun biaya produksi padi tetap mengalami kenaikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!