Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Babel Pantau Kesehatan Ternak Ruminansia untuk Cegah PPR dan Nipah

📅 Minggu, 01 Feb 2026, 13:30 WIB | Oleh:
Pemprov Babel Pantau Kesehatan Ternak Ruminansia untuk Cegah PPR dan Nipah Doc: antara foto
Ket. Kepala Bidang Petenakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Babel Enda Sukaisih di Pangkalpinang, Minggu (1/2).

PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan memantau kesehatan ternak ruminansia, guna antisipasi dini mencegah masuknya viruseste des petitis ruminants (PPR) dan nipah di daerah tersebut.

"Kita segera mengerahkan tim dokter kesehatan hewan ke peternakan sapi, kambing, domba, babi (ruminansia)," kata Kepala Bidang Petenakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Babel Enda Sukaisih di Pangkalpinang, Minggu (1/2).

Ia mengatakan pemantauan kesehatan ternak ruminansia yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini untuk memastikan ternak petani tidak tertular atau terjangkit virus PPR dan nipah ini.

"Kami pada 2023 pernah melakukan pemantauan PPR ini di peternakan petani dan saat ini akan kembali dilakukan mengingat kasus PPR ini sudah ditemukan di Malaysia dan negara-negara lainnya," ujarnya.

Ia mengimbau dinas pertanian dan peternakan di kabupaten, kota untuk ikut memantau kesehatan ternak ini, agar pemerintah bisa melakukan penanganan cepat untuk mengantisipasi penularan virus lebih luas.

"Untuk saat ini, kita belum menerima laporan mau menemukan ternak sapi, kambing, domba dan babi terjangkit virus yang dapat mengganggu program pengembangan peternakan di daerah ini," katanya.

Kepala Badan Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan(BKHIT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Herwintarti menyatakan dampak PPR ini diantaranya penyakit ini memiliki tingkat kematian yang tinggi yang mencapai 90 persen hingga 100 persen.

Selain itu, PPR ini tentunya menimbulkan kerugian ekonomi. Misalnya, kehilangan ternak sebagai sumber penghasilan dan penurunan produktivitas ternak serta biaya tambahan untuk penanganan penyakit tersebut.

"PPR ini tentunya dapat menjadi ancaman ketahanan pangan daerah, seiring berkurangnya pasokan protein hewani dan meningkatnya ketergantungan pasokan dari wilayah lain," katanya.

Sementara itu, gejala PPR pada ternak tertular virus ini diantaranya demam tinggi, leleran mata dan hidung, sariawan,diare dan batuk serta ternak tersebut sulit bernafas.

"Penularan virus ini sangat mudah yaitu kontak langsung dengan ternak terjangkit, percikan lendir atau air liur, kotoran ternak dan peralatan serta alat angkut tercemar virus PPR ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Daerah
Dua Sosok Mayat dari Dalam ...
Olahraga
Arema FC Ditahan Imbang Bha...
Advertisement
WMO: El Nino Berpotensi Capai Rekor Terkuat Sejak 1950

WMO: El Nino Berpotensi Capai Rekor Terkuat Sejak 1950

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.