Pasar Saham Bergejolak Usai MSCI, Ini Prediksi IHSG dan Sinyal Pemulihan dari Ekonom
📅 Minggu, 01 Feb 2026, 20:10 WIB | Oleh: AlfredHans menilai Warsh akan mendukung pemotongan suku bunga acuan lebih rendah, namun tidak akan melakukan pelonggaran agresif seperti beberapa kandidat lainnya.
"Hal ini mendorong dolar AS pulih dari tekanan jual dan harga emas terkoreksi tajam. Yang saat ini pasar tangkap adalah Warsh hanya satu orang, tidak ada konsensus untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat," ujar Hans.
Hans memproyeksikan The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak dua kali pada 2026, dengan pengurangan sebesar 25 basis poin (bps) berpeluang dilakukan pada Juni 2026.
Terkait risiko geopolitik global, Ia mengatakan potensinya masih tetap tinggi sering Presiden AS Donald Trump yang tengah mempertimbangkan aksi terhadap Iran, termasuk serangan terarah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seiring tensi geopolitik tersebut, Ia menjelaskan telah memicu kenaikan harga minyak di tingkat global, akibat kekhawatiran gangguan pasokan.
"Kenaikan minyak tertahan di tengah potensi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina, serta turunnya kemungkinan serangan AS terhadap Iran, karena pemerintahan Trump membuka pintu untuk pembicaraan program nuklir Iran," ujar Hans.
Data penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (30/01) sore, IHSG ditutup menguat 97,41 poin atau 1,18 persen ke posisi 8.329,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 20,52 poin atau 2,52 persen ke posisi 833,53.
Sebaiknya Anda baca juga:
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.399.348 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 57,76 miliar lembar saham senilai Rp41,33 triliun. Sebanyak 551 saham naik, 194 saham menurun, dan 65 tidak bergerak nilainya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!