Hingga Pukul 03:40 Baru 60 Persen Upaya Bebaskan Korban KAI yang Terjepit. Kesempitan Ruang Kerja Jadi Kendala
📅 Selasa, 28 Apr 2026, 03:54 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
BEKASI – Upaya menyelamatkan korban-korban yang terjepit akibat Kereta Argo Bromo menabrak kereta KRL terkendala sempitnya ruang. Sebab petugas harus memotong-motong besi gerbong. Sedikitnya masih lima wanita terjebit. “Badan bagian bawah kejepit. Tapi bagian perut ke atas selamat, sehingga para korban masih bisa berkomunikasi dan diberi obat oleh tenaga medis,” tandas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Selasa (28/4) di lokasi kecelakaan, Bekasi Timur.
Basarnas melaporkan ada lima penumpang yang masih terhimpit dan dalam upaya penyelamatan dari rangkaian gerbong KRL di Stasiun Bekasi Timur. Baru 60 persen upaya memotong bagian yang menjepit para korban. "Upaya penyelamatan terkendala ruang yang sempit untuk memotong-motong besi gerbong yang menjepit korban," tandas Syafii.
Insiden tersebut terjadi Senin (27/4) pukul 20.55 WIB, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir - Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST).
Badan SAR Nasional (Basarnas) menurunkan 14 personel tambahan untuk membantu evakuasi lima korban yang masih terhimpit di gerbong KRL Commuter Line yang mengalami kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi.
Humas Kantor SAR Jakarta Ramili Prasetio berharap pengerahan anggota tim khusus tersebut bisa mempercepat proses evakuasi para korban yang terhimpit selama sekitar lima jam sejak insiden itu terjadi Senin (27/4) malam..
Sebaiknya Anda baca juga:
"Empat belas personel saat ini kembali diberangkatkan dari Basarnas Special Group. Korban terhimpit lima orang, hingga saat ini masih dilakukan upaya penyelamatan," kata Ramili dalam keterangan resmi, Selasa dini hari. Sebelumnya, Basarnas telah mengevakuasi dua korban yang terhimpit di dalam gerbong kereta.
Kedua korban telah mendapatkan perawatan medis dari tim dokter dan paramedis di lokasi kejadian sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat. Sebelumnya, KAI menyatakan seluruh upaya difokuskan pada evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan.
Menurut informasi di tempat kejadian, KRL Commuter Line sedang berhenti di jalur 1 menuju ke arah timur (Cikarang) ketika sebuah kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan menabrak KRL tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam pernyataan di Jakarta, Senin malam.
KAI menyampaikan telah terjadi insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, yang berdampak pada perjalanan kereta api. KAI menyampaikan duka mendalam atas kejadian itu, karena situasi tersebut membawa kesedihan bagi pelanggan serta keluarga yang menanti kabar.
Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara itu, penanganan difokuskan kepada penumpang KRL yang terdampak. Sebanyak 38 penumpang KRL telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Mereka dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.
Dalam proses penanganan, KAI bersama Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis bergerak cepat untuk memberikan pertolongan dan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan secepat mungkin.
Seiring dengan penanganan di lokasi, KAI melakukan penyesuaian pola operasi perjalanan KRL menyesuaikan kondisi jalur, agar layanan kepada pelanggan tetap dapat berjalan secara bertahap.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!