Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasar Saham Bergejolak Usai MSCI, Ini Prediksi IHSG dan Sinyal Pemulihan dari Ekonom

📅 Minggu, 01 Feb 2026, 20:10 WIB | Oleh:
Pasar Saham Bergejolak Usai MSCI, Ini Prediksi IHSG dan Sinyal Pemulihan dari Ekonom Doc: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Ket. Ilustrasi - Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA - IHSG diprediksi pulih perlahan pekan depan meski volatilitas tinggi usai Morgan Stanley Capital International (MSCI). Simak level support-resistance dan sentimen global terbaru.

Ekonom Keuangan dan Praktisi Pasar Modal Hans Kwee memproyeksikan pasar saham Indonesia akan mengalami pemulihan secara perlahan pada pekan depan.

Ia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di level support 8.167 sampai 8.000, dan level resistance 8.408 sampai 8.596 pada pekan depan.

"Pasar saham diperkirakan akan pulih perlahan dengan potensi penguatan terbatas di pekan depan, dengan support di level 8.167 sampai level 8.000, dan resistance di level 8.408 sampai level 8.596," ujar Hans saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Minggu.

Hans mengatakan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk melakukan penangguhan rebalancing indeks saham-saham Indonesia, telah mendorong volatilitas tinggi di pasar saham Indonesia pada pekan lalu.

Merespon pengumuman MSCI tersebut, agenda reformasi dilakukan pasar modal Indonesia, yang meliputi komitmen meningkatkan transparansi dan tata kelola, khususnya terkait kepemilikan saham pada emiten di bawah 5 persen yang ditargetkan pada Februari 2026.

Kemudian, penetapan aturan batas minimal saham publik (free float) dari 7,5 persen menjadi 15 persen yang mulai diproses Februari 2026, dan berlaku bagi emiten baru maupun yang existing.

Selanjutnya, percepatan proses demutualisasi BEI, dengan peraturan terkait ditargetkan terbit pada kuartal I- 2026.

Hans menilai bahwa pelaku pasar akan melihat agenda reformasi pasar modal Indonesia tersebut sebagai sentimen positif, yang dapat mengembalikan kepercayaan mereka.

"Otoritas Indonesia telah mengambil langkah yang lebih proaktif melalui diskusi dan komunikasi publik untuk mengatasi isu-isu krusial, menstabilkan pasar domestik, serta menumbuhkan kembali kepercayaan melalui peningkatan transparansi dan tata kelola," ujar Hans.

Hans mengingatkan, bahwa tekanan terhadap IHSG juga telah turun pada perdagangan menjelang akhir pekan pada Jumat (30/01), meski aksi jual (net sell) investor asing masih terjadi.

"Tekanan mulai pulih di akhir pekan, tetapi aksi jual investor asing masih terlihat," ujar Hans.

Dalam kesempatan ini, Hans juga menyinggung terkait sentimen dari mancanegara yang akan mempengaruhi pasar saham Indonesia pada pekan depan.

Ia menjelaskan, pemilihan Mantan Gubernur Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh oleh Presiden Donald Trump dapat menjadi sinyal bahwa The Fed akan tetap independen, dengan berkurangnya potensi pemotongan suku bunga yang agresif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Misi NASA ke Mars Kandas, R...

Timnas Indonesia Taklukkan Oman

2 jam lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Timnas Indonesia Taklukkan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.