Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Sekadar EV, Bahlil Klaim Proyek Baterai Huayou Jadi Penopang 100 GW PLTS

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 20:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Sekadar EV, Bahlil Klaim Proyek Baterai Huayou Jadi Penopang 100 GW PLTS Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Produksi baterai untuuk kendaraan listrik.

JAKARTA – Proyek baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) menjadi fondasi strategis dalam membangun ekosistem transisi energi nasional.

Baterai merupakan komponen utama yang menentukan daya saing industri EV, baik dari sisi biaya, jarak tempuh, maupun ketergantungan impor.

Dengan mengembangkan proyek baterai di dalam negeri, Indonesia tidak hanya memperkuat ketahanan industri otomotif masa depan, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah sumber daya mineral strategis seperti nikel.

Lebih jauh, proyek ini berperan mendorong hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik.

Tanpa percepatan proyek baterai, target adopsi EV dan agenda dekarbonisasi nasional berisiko berjalan lambat dan kehilangan momentum.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan proyek baterai untuk kendaraan listrik (EV) konsorsium Huayou juga akan mendukung realisasi Program 100 GigaWatt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Ini sekaligus 'output'-nya untuk merespons Program 100 GW PLTS,” ujar Bahlil setelah penandatanganan kesepakatan kerja sama konsorsium Antam–IBI–HYD di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (30/1).

Dengan demikian, pabrik tersebut ditargetkan untuk memproduksi baterai penyimpanan energi dari PLTS.

Adapun Program 100 GW PLTS yang dimaksud oleh Bahlil merujuk kepada program prioritas pemerintah untuk membangun PLTS berkapasitas 100 GW yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, termasuk inisiatif PLTS desa melalui skema Koperasi Desa.

“Ini baterainya langsung Made in Indonesia. Jadi ini tidak hanya untuk baterai mobil, tapi ini juga didesain untuk baterai panel surya,” kata Bahlil.

Ia menyaksikan penandatanganan kesepakatan kerangka kerja sama (Framework Agreement) oleh konsorsium Antam–IBI–HYD, yang menandai terbentuknya kemitraan resmi dalam merealisasikan proyek ekosistem baterai listrik terintegrasi.

Penandatanganan kerangka kerja sama ini, sambung Bahlil, dilakukan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBI), bersama mitra strategis global Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. untuk mempercepat pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Indonesia.

Adapun kolaborasi ini juga melibatkan HYD Investment Limited, sebuah konsorsium dari Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. dan EVE Energy Co., Ltd., serta PT Daaz Bara Lestari Tbk.

Bahlil menjelaskan bahwa proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) konsorsium Huayou ini merupakan lanjutan dari proyek ekosistem baterai EV yang sebelumnya digarap oleh konsorsium LG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Tim SAR Gabungan Fokuskan P...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...

Insiden Kapal Virgo: 1 Penumpang Meninggal, 125 Dalam Pencarian

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.