Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lahan Pertanian Butuh Air Irigasi, Pemkab Bekasi Lanjutkan Normalisasi SS Kalen Kendal

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 14:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lahan Pertanian Butuh Air Irigasi, Pemkab Bekasi Lanjutkan Normalisasi SS Kalen Kendal Doc: ANTARA
Ket. Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau hasil normalisasi tahap pertama Saluran Sekunder Kalen Kendal di Desa Sukamaju, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, Selasa (1/9/2026).

KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melanjutkan kegiatan normalisasi sepanjang Saluran Sekunder (SS) Kalen Kendal dari titik Desa Sukamaju, Kecamatan Tambelang, sebagai upaya memenuhi kebutuhan air irigasi lahan pertanian.

"Normalisasi SS Kalen Kendal penting karena saluran ini menjadi salah satu sumber pengairan bagi lahan pertanian di wilayah utara Kabupaten Bekasi," kata Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, di Cikarang, Jabar, Selasa(01/9).

Dia menjelaskan kegiatan normalisasi SS Kalen Kendal saat ini telah menjangkau aliran air sepanjang 3,5 kilometer dan akan dilanjutkan hingga ujung saluran dengan panjang total mencapai 7,5 kilometer.

Pemerintah daerah menindaklanjuti kegiatan yang merupakan aspirasi para petani tersebut dengan berkoordinasi bersama sejumlah pihak terkait di antaranya Perum Jasa Tirta (PJT), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas Pertanian serta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK).

"Kalau masyarakat datang dan menyampaikan ada masalah, kita akan datang dan melihat langsung. Kalau ada yang bermasalah, akan kita datangi sekaligus memberikan solusi," ujarnya.

Menurut dia, persoalan saluran irigasi menjadi perhatian pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya keberlangsungan aktivitas produksi sektor pertanian secara berkelanjutan.

Pihaknya segera menindaklanjuti aspirasi petani dengan menggelar rapat koordinasi untuk membahas kebutuhan operasional alat, termasuk ketersediaan bahan bakar bagi operator alat berat yang digunakan dalam proses lanjutan normalisasi.

"Insya Allah besok kita adakan rapat terkait operatornya dengan sejumlah pihak terkait agar normalisasi lanjutan ini bisa segera dilaksanakan," ujarnya.

Pemkab Bekasi berkomitmen untuk merealisasikan percepatan normalisasi pada saluran tersebut.

Kondisi saluran selebar sekitar tiga meter sangat memungkinkan pengerjaan secara swadaya oleh daerah apabila dukungan segenap perangkat daerah berjalan optimal.

"Insya Allah, Bina Marga siap. Dinas Pertanian juga siap. Kita koordinasikan bersama agar ini bisa segera diselesaikan, mudah-mudahan kita garap swadaya biar cepat tuntas, mohon dukungan juga dari seluruh masyarakat, akan kita tuntaskan hingga ujung saluran," katanya.

Melalui kegiatan normalisasi saluran air secara masif di wilayahnya, Asep berharap kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat tercukupi sehingga para petani tetap bisa produksi di tengah kondisi ancaman kekeringan guna meningkatkan taraf kesejahteraan mereka sekaligus memenuhi target produksi pertanian daerah.

"Jadi, minimal tahun ini bisa mencapai target produksi hasil pertanian melalui panen sedikitnya 500.000 ton gabah kering," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Olahraga
10 Petenis Top Dunia Menuju...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.