Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PT Kilang Pertamina Internasional dan PT Garam Perkuat Sinergi Hilirisasi Garam

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 22:14 WIB | Oleh:
PT Kilang Pertamina Internasional dan PT Garam Perkuat Sinergi Hilirisasi Garam Doc: istimewa

JAKARTA - Inovasi terus dilakukan oleh Kilang Pertamina Internasional (KPI). Melihat potensi pengolahan air laut di Kilang Balikpapan, Kilang Pertamina Internasional (KPI) jajakin kerjasama produksi garam. 

Kali ini, KPI bekerja sama dengan PT Garam untuk membangun pabrik pemrosesan garam di Balikpapan. Penjajakan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) diantara oleh Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman dan Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose. (Rabu, 28/01).

MoU ini menjadi langkah strategis dalam mendukung program substitusi impor garam industri sekaligus memperkuat ketahanan pasokan nasional. Saat ini, Indonesia masih bergantung pada impor garam dengan porsi sekitar 64% dari total kebutuhan.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, menyebut kerja sama KPI dan PT Garam sebagai tonggak sejarah penting. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya menjalankan agenda hilirisasi pemerintah, tetapi juga menciptakan dua kemandirian sekaligus: energi dan pangan.

“Kami sangat bangga dan mendukung kerja sama ini. Ibarat mobil, kolaborasi antara KPI dan PT Garam adalah double gardan kemandirian. Tak hanya kemandirian energi yang menjadi domain Pertamina, tapi juga akan menciptakan pangan,” ujar Agung.

Agung menambahkan, pembangunan pabrik garam di Balikpapan dengan perkiraan kapasitas 1000 KTA dapat mengurangi impor hingga  USD 150 juta atau sekitar Rp 2.5 triliun. Ia berharap kerja sama ini juga memberi multiplier effect, seperti tumbuhnya kawasan industri, terciptanya lapangan kerja baru, sehingga memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen garam industri di kawasan Asia Tenggara.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, menyambut baik rencana kerja sama dengan KPI. Hilirisasi garam nasional ini akan memanfaatkan air buangan desalinasi (brine water) dari kilang RDMP Balikpapan. Menurutnya, setelah dilakukan survei lapangan, kondisi air buangan dari kilang RDMP Balikpapan diketahui sangat potensial. Berdasarkan analisa awal, proyek ini diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 1 juta ton garam per tahun.

Abraham menegaskan, kebutuhan garam nasional mencapai 5,7 juta ton per tahun dan akan meningkat hingga 7,3 juta ton seiring pembangunan fasilitas chlor alkali plant. Saat ini, PT Garam baru mampu memproduksi sekitar 500 ribu ton, sehingga masih ada kesenjangan besar. 

“Ini menjadi tugas kita bersama, bagaimana memenuhi kebutuhan garam nasional sehingga Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tegas Abraham Mose.

Sementara itu, Danantara menegaskan dukungannya terhadap program hilirisasi BUMN. Managing Director 2 Danantara, Setyo Hantoro, menyebut pihaknya telah menyiapkan 41 program strategis, dengan 20 di antaranya fokus pada hilirisasi energi dan pangan, termasuk garam, bioetanol, dan bioavtur. Sisanya mencakup sektor lain yang juga penting bagi pertumbuhan ekonomi.

Karena itulah kerja sama antara KPI dan PT Garam sejalan dengan startegi hilirisasi yang digencarkan Danantara dan pemerintah. Tujuannya tidak lain adalah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional 8%. 

“Dengan strategi ini, Danantara berharap sinergi antar-BUMN dapat memperkuat ketahanan pangan dan energi, sekaligus menjadikan Indonesia lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat,” pungkas Setyo.

Dasar kerja sama ini adalah Peraturan Presiden (Perpres) No. 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Perpres tersebut menetapkan tiga kewajiban utama: pemenuhan garam konsumsi dan sebagian industri dari produksi dalam negeri pada 2025, pemenuhan garam industri pangan dan farmasi paling lambat 31 Desember 2025, serta pemenuhan garam industri kimia paling lambat 31 Desember 2027.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman
    Preview komentar:
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
  • 'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika
    Preview komentar:
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius
    Preview komentar:
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan Nomor ...
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Olahraga
De Zerbi Minta Maaf atas Ke...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
Rona
Belajar Bisnis dari Kisah Y...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.