Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenekraf Klaim Industri Kreatif Tahan Banting Hadapi Gejolak Global

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 22:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenekraf Klaim Industri Kreatif Tahan Banting Hadapi Gejolak Global Doc: ANTARA/ HO-Kementerian UMKM
Ket. Ilustrasi - Salah seorang pekerja di sektor industri kreatif klaster fesyen dan kerajinan tangan di Klaten, Jawa Tengah, diambil pada 19 November 2025.

JAKARTA – Industri kreatif yang tetap tumbuh di tengah gejolak global menunjukkan ketahanan ekonomi berbasis inovasi dan ide.

Saat tekanan eksternal seperti perlambatan ekonomi dunia, konflik geopolitik, dan volatilitas pasar melemahkan sektor konvensional, industri kreatif justru memiliki fleksibilitas tinggi karena bertumpu pada kreativitas, teknologi digital, dan pasar domestik.

Kekuatan ini menjadikan ekonomi kreatif sebagai penyangga pertumbuhan sekaligus sumber penciptaan lapangan kerja baru.

Namun agar daya tahannya berkelanjutan, diperlukan dukungan kebijakan yang konsisten, akses pembiayaan yang inklusif, serta perlindungan kekayaan intelektual, sehingga industri kreatif tidak hanya mampu bertahan menghadapi guncangan global, tetapi juga naik kelas sebagai motor pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Deputi Pengembangan Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Cecep Rukendi menilai industri kreatif memiliki ketahanan atau resiliensi terhadap tantangan dan dinamika perekonomian-geopolitik global saat ini.

“Ekonomi kreatif ini sangat resilien sebenarnya, karena kunci dari ekonomi kreatif itu adalah nilai tambah dari kreativitas yang terkadang harganya tanpa batas,” kata Cecep saat ditemui di Jakarta, Jumat (30/1).

Selain itu, ia menilai pasar dari produk kreatif pun bukan berbentuk barang massal yang sangat terpengaruh oleh fluktuasi ekonomi dan politik global.

“Tetapi memang memiliki pasar khusus yang menyukai produk dan jasa kreatif sehingga relatif resilien terhadap situasi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, pihaknya juga akan fokus untuk memaksimalkan potensi dari 17 subsektor ekonomi kreatif serta peningkatan kompetensi talenta, agar ekosistem industri ini dapat berkontribusi sesuai dengan amanat Rencana Pengembangan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2029.

Dari 17 subsektor ekonomi kreatif tersebut, lanjut Cecep, setidaknya tujuh subsektor menjadi prioritas pemerintah, yaitu kuliner, fesyen, kerajinan/kriya, aplikasi digital, gim, film, dan musik.

Hal ini menyusul tingginya minat investasi terhadap produk-produk kreatif Indonesia tahun lalu.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang diolah Kemenekraf, subsektor aplikasi menjadi penerima investasi tertinggi pada triwulan 1-3 tahun 2025 dengan nilai investasi mencapai Rp40,94 triliun.

Subsektor aplikasi tersebut meliputi teknologi finansial (tekfin/fintech), e-commerce, aplikasi berbasis AI, aplikasi hiburan, dan lain sebagainya.

Investasi terbanyak diikuti sejumlah subsektor lainnya yakni fesyen Rp26 triliun, kriya Rp22,37 triliun, dan kuliner Rp20,38 triliun. Ada juga musik mendapatkan investasi sebanyak Rp4,25 triliun, pengembang gim Rp1,86 triliun dan film, animasi, video sebanyak Rp1,64 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...
Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...
MILITER

Militer Korsel Nyaris Tembak Drone AS

47 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Militer Korsel Nyaris Temba...
Ekonomi
XL Dinobatkan Sebagai Best ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.