Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar Wanti-wanti Lonjakan Penggunaan “Gas Tertawa”

📅 Kamis, 29 Jan 2026, 20:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakar Wanti-wanti Lonjakan Penggunaan “Gas Tertawa” Doc: Antara
Ket. Direktur Penyakit Menular WHO Kantor Regional Asia Tenggara 2018-2020, Prof. Tjandra Yoga Aditama.

Jakarta - Ahli kesehatan yang juga Direktur Penyakit Menular WHO Kantor Regional Asia Tenggara 2018-2020 Prof. Tjandra Yoga Aditama mengingatkan masyarakat agar mewaspadai peningkatan penggunaan gas tertawa atau nitrous oxide (N2O) yang turut terjadi di berbagai negara.

“Peningkatan penggunaan Gas Tertawa (N2O) di dunia, kita perlu waspada,” kata Prof. Tjandra di Jakarta, Kamis (29/1).

Prof. Tjandra merujuk sejumlah data, seperti berdasarkan majalah kedokteran internasional yang bereputasi tinggi “Lancet” pada tahun 2025 dalam artikel ilmiah berjudul “Tackling the growing burden of nitrous oxide-induced public health harms” disebutkan penggunaan N2O bukan untuk keperluan medis kian makin meningkat dari waktu ke waktu.

Sementara itu, penelitian internasional “The Global Drug Survei” yang melibatkan lebih dari 32,000 partisipan dari 22 negara dengan sebagian besar dari Eropa menunjukkan bahwa 22·5 persen responden pernah menggunakan N2O untuk mendapat efek euforianya.

Penelitian lainnya, lanjut Prof. Tjandra, peningkatan penggunaan N2O juga dilaporkan publikasi jurnal ilmiah “Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR)” dari “Center of Disease Control and Prevention (CDC)” Amerika Serikat pada April 2025 menyebut data penyalahgunaan N2O meningkat 4 sampai 5 kali pada tahun 2023 dibanding 2019.

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu juga mengatakan berdasarkan jurnal Lancet tersebut menuliskan N2O bila digunakan tidak dalam pengawasan medis apalagi berlebihan dan berulang, berdampak buruk bagi kesehatan seperti gangguan neurologik, sistem syaraf.

“Secara umum bentuknya adalah mieloneuropati dan neuropati perifer, yang berhubungan dengan defisiensi fungsi B12 akibat menghirup N2O ini. Gejala yang timbul dapat berupa parastesia, ataxia, kelemahan, gangguan buang air besar dan buang air kecil,” tuturnya.

Penyalahgunaan N20, lanjut Prof. Tjandra, juga berdampak gangguan psikiatri, dapat berupa delusi, halusinasi, paranoid dan depresi, dan pernah pula dilaporkan psikosis akut.

Selain itu, juga berdampak pada gangguan kesehatan lainnya yang banyak bentuknya, lanjut Prof. Tjandra, di paru dan saluran napas dapat berupa keluhan asfixia dan terjadinya keadaan pneumomediastinum dan pneumotoraks atau selaput mediastinum dan selaput paru yang kemasukan udara sehingga menekan mediastinum dan paru.

Kemudian, juga berisiko terjadi bekuan darah dalam bentuk tromboemboli, termasuk emboli paru dan trombosis sinus vena sentral, serta dapat terjadi luka dingin (“frostbite”), serta gangguan di darah dalam bentuk hiperhomosisteinaemia punya potensi, meskipun amat jarang berhubungan dengan infark jantung dan stroke.

“Dengan data-data di atas maka kita semua perlu waspada tentang Indonesia,” ujar dia.

Dalam hal ini, Prof. Tjandra menyoroti gas tertawa (N2O) atau dikenal sebagai Whip Pink yang belakangan ini ramai diperbincangkan perlu menjadi perhatian.

“Kita menyambut baik pernyataan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mengimbau masyarakat jangan pernah mencoba untuk mengonsumsi "gas tertawa" alias Whip Pink, yang kini marak diperbincangkan di media sosial,” imbuh dia.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI juga mengimbau masyarakat tidak mencoba untuk mengonsumsi "gas tertawa" alias Whip Pink karena mengandung Dinitrogen Oksida (N2O), yakni zat yang pada suhu ruang berwujud gas tak berwarna dan tidak mudah terbakar, yang apabila dihirup atau dicicip terasa sedikit aroma dan rasa manis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...

BPBD Imbau Warga Kota Tangerang Tak Bakar Sampah

46 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
BPBD Imbau Warga Kota Tange...
Luar Negeri
Zelenskyy Ingin Temui PM Je...

Kemenkes Siagakan Ribuan Nakes Imbas Karhutla

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Siagakan Ribuan Na...
Luar Negeri
CEO Nvidia: Ada Peluang AI ...
Advertisement
Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Wahid Bungkam soal Alasannya

Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Wahid Bungkam soal Alasannya

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.