Gubernur Khofifah Buka Ruang Kolaborasi Pembangunan SDM Berkelanjutan dengan Universiti Malaya
📅 Rabu, 28 Jan 2026, 08:53 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan perguruan tinggi dan komunitas internasional, termasuk Universiti Malaya, guna memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan di Jawa Timur.
Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan kehormatan Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, dalam rangka Lawatan Kunjung Hormat Universiti Malaya Program Outbound Malang Intellectual Journey di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (27/1).
"Saya berharap, kunjungan ini dapat memberikan pengalaman yang berkesan, memperluas wawasan, serta menjadi awal dari kerja sama yang semakin erat, produktif, dan berkesinambungan antara Jawa Timur dan Malaysia," ujarnya.
Gubernur Khofifah menyampaikan selamat datang sekaligus menegaskan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persahabatan, kerja sama, serta pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
"Pemprov Jatim menyambut hangat kedatangan rombongan mahasiswa dan dosen Universiti Malaya. Semoga silaturahim ini bisa kita teruskan dalam format lainnya, bisa melalui format dakwah, format di bidang ekonomi, format di bidang pendidikan, format di bidang budaya dan seterusnya," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Khofifah, program kunjungan akademik semacam ini tidak hanya memperkuat jejaring antarmahasiswa dan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran lintas budaya serta pertukaran perspektif global.
"Program ini tidak hanya memperkuat jejaring antarmahasiswa dan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran lintas budaya serta pertukaran perspektif global," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga memaparkan potensi Jawa Timur sebagai provinsi dengan modal dasar pembangunan yang kuat. Dengan jumlah penduduk mencapai hampir 15 persen dari total penduduk Indonesia dan didominasi usia produktif, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Potensi tersebut ditopang oleh letak geografis yang strategis, infrastruktur yang semakin terkoneksi, serta ekosistem industri dan logistik yang terus berkembang," jelasnya.
Secara ekonomi, lanjutnya, Jawa Timur konsisten menunjukkan kinerja yang solid. Pada Triwulan III-2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh positif sebesar 5,22 persen (y-on-y), lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan nasional yang sebesar 5,04 persen.
Jawa Timur juga menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 25,65 persen dan berkontribusi 14,54 persen terhadap perekonomian nasional. Capaian ini mencerminkan ketahanan sekaligus daya saing ekonomi Jawa Timur di tengah dinamika dan ketidakpastian global.
"Saat ini, Jawa Timur mengambil peran sebagai 'Gerbang Baru Nusantara', yang didukung oleh keberadaan Pelabuhan Tanjung Perak yang melayani hampir 80 persen distribusi logistik ke kawasan Indonesia Timur," terangnya.
"Jawa Timur juga memiliki 13 kawasan industri serta dua Kawasan Ekonomi Khusus, yaitu KEK Gresik dan KEK Singhasari," imbuhnya.
Tak hanya potensi ekonomi, Gubernur Khofifah juga menegaskan karakter Jawa Timur sebagai daerah yang menjunjung tinggi Islam moderat dan toleransi. Menurutnya, fondasi moderasi beragama di Indonesia tidak lepas dari peran para Wali Songo.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!