Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Temuan Mengagetkan! Dinkes Bantul Petakan Penyebab Stunting, Salah Satunya terkait Rokok

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 00:07 WIB | Oleh:
Temuan Mengagetkan! Dinkes Bantul Petakan Penyebab Stunting, Salah Satunya terkait Rokok Doc: Antara foto
Ket. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Tri Widiyantara menghadiri acara di Rumah Dinas Wakil Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (31/7).

YOGYAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyampaikan sejumlah temuan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kasus stunting, salah satunya berkaitan dengan paparan rokok di lingkungan keluarga.

Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widiyantara di Bantul, Selasa, mengatakan pihaknya telah menggelar acara Rembug Stunting pada bulan ini dengan melibatkan berbagai pihak untuk membahas faktor-faktor yang memengaruhi stunting.

"Berdasarkan hasil yang kami dapatkan, faktor determinan salah satunya adanya perokok di dalam keluarga," katanya.

Selain itu, lanjut dia, faktor lain yang turut memengaruhi stunting meliputi kondisi keluarga miskin, pola pengasuhan campuran, panjang badan lahir kurang dari 48 sentimeter, berat badan lahir rendah, tidak dilakukan inisiasi menyusu dini (IMD), tidak mendapatkan air susu ibu (ASI) eksklusif, serta adanya penyakit penyerta.

"Yang paling besar di tingkat kabupaten adalah paparan rokok dalam keluarga yang ternyata 61,9 persen dari data stunting salah satu keluarganya perokok," ujarnya.

Ia mencontohkan penanganan stunting yang dinilai berhasil diterapkan di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, melalui program Community Feeding Center (CFC), yaitu kegiatan makan bergizi bersama bagi balita stunting.

"Di sana pernah mencapai 167 kasus, tapi tahun ini mereka bisa menurunkan stunting di angka 90-an," katanya.

Melalui program tersebut, balita stunting dikumpulkan untuk makan bergizi bersama.

Menurut Agus, cara itu dinilai lebih efektif dibandingkan pemberian makanan di rumah yang berpotensi tidak dihabiskan oleh balita dan justru dikonsumsi anggota keluarga lainnya.

"CFC ini ternyata ada perubahan yang signifikan, ini harapannya dilakukan di daerah lain supaya penurunan stunting lebih efektif," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Megapolitan
Pameran imersif Purwacarita...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.