Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengagetkan Temuan Ini, Ada 13.297 Suspek Kusta dalam Cek Kesehatan Gratis 2026

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 00:11 WIB | Oleh:
Mengagetkan Temuan Ini, Ada 13.297 Suspek Kusta dalam Cek Kesehatan Gratis 2026 Doc: Antara foto
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa (4/8).

JAKARTA - Kementerian Kesehatan mengatakan, dalam Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026, pihaknya menemukan 13.297 suspek kusta dari 25,2 juta peserta berumur satu tahun ke atas yang diperiksa.

Kemenkes menambahkan skrining kusta, skabies, dan frambusia per 2026 sebagai upaya percepatan eliminasi penyakit-penyakit tersebut di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan di Jakarta, Selasa, bahwa kusta sudah ada sejak ribuan tahun dan bakteri penyebabnya masih satu genus dengan bakteri penyebab tuberkulosis, yakni Mycobacterium. Namun, katanya, meski sudah dikenal sejak lama, masih banyak yang menganggap penyakit ini sebagai kutukan, sehingga stigma terhadap kusta menyulitkan deteksi dan menghambat pengobatan.

"Karena orang ya apa, stigma padahal begitu dia kalau di-CKG bisa ketahuan," katanya.

Padahal, katanya, obat atau antibiotik untuk kusta sudah tersedia, dan terbukti efektif sehingga penderita yang telah sembuh tidak lagi menularkan penyakit tersebut.

Dia menyebutkan, stigma seputar kusta itu begitu kuat. Dia mencontohkan, di Makassar ada bangunan di mana para penderita kusta berkumpul, karena mereka tidak diterima oleh keluarganya sendiri. Hal seperti itu banyak terjadi di seluruh Indonesia.

Dia pun menceritakan kunjungan kerjanya saat menemui seorang penderita kusta yang telah sembuh dan tidak lagi menularkan penyakit tersebut, meskipun telah mengalami disabilitas.

"Kemarin kita datang pas mau bola lagi. Jadi mintanya apa, 'minta TV'. Ya udah kita beliin TV biar bisa nonton bola, gitu kan. Pas saya datang itu 2 hari sebelum final bola," kata Budi.

Dia pun meminta media untuk turut mengedukasi publik tentang CKG dan manfaatnya untuk memastikan hidup yang sehat.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi mengatakan, CKG 2026 juga menemukan sebanyak 21.079 suspek skabies dari 25,4 juta peserta berusia satu tahun ke atas, dan 2.293 suspek frambusia dari 21,3 juta peserta berusia satu tahun ke atas.

Sebelumnya, Budi mengatakan di Jakarta, Kamis (15/1) bahwa sebagai upaya memperkuat cakupan deteksi, selain memasukkan skrining kusta ke dalam CKG, pihaknya akan melakukan tes PCR bagi penduduk Indonesia bagian timur.

Kemudian, pihaknya juga mengobati pasien hingga sembuh, baik selama 6 bulan ataupun 12 bulan.

"Nomor tiga, semua kontak eratnya, sekeluarga, kita kasih profilaksis," katanya.

Dia menyoroti komitmen Pemerintah untuk eliminasi penyakit menular itu pada 2030.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Daerah
Pemeriksaan hewan dan pemba...

Pameran imersif Purwacarita Borobudur

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran imersif Purwacarita...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.