Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemensos Minta Kepala Daerah Aktif Perbaharui DTSEN Setiap Tiga Bulan

📅 Selasa, 27 Jan 2026, 16:17 WIB | Oleh:
Kemensos Minta Kepala Daerah Aktif Perbaharui DTSEN Setiap Tiga Bulan Doc: ANTARA/HO-Humas Kemensos
Ket. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kanan) menegaskan perlunya pemuktahiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam rapat audiensi bersama Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya dan Bupati Aceh Barat, Tarmizi di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta, Selasa (27/1).

JAKARTA -- Kementerian Sosial (Kemensos) meminta kepada seluruh kepala daerah untuk berperan aktif dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara berkala setiap tiga bulan.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan hal ini harus dilakukan karena akurasi data menjadi kunci penyaluran bansos serta program-program pemberdayaan lainnya sehingga menjadi tepat sasaran.

"Jadi setiap tiga bulan ada data mutakhir, hasil pemutakhiran. Kami ikutkan Dinsos, kami ikutkan bapak bupati untuk ikut memproses data ini," kata Mensos Saifullah Yusuf dalam rapat audiensi bersama Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dan Bupati Aceh Barat Tarmizi di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa.

Mensos menjelaskan proses pemutakhiran data melibatkan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Sosial (Dinsos), kelurahan/desa, serta petugas Badan Pusat Statistik (BPS) di masing-masing daerah.

Data-data tersebut kemudian dikompilasi dan harus ditandatangani oleh kepala daerah hingga akhirnya diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tanggal 20 untuk menjadi pedoman penyaluran bansos.

Sebelum ditetapkan, kata dia, para bupati maupun walikota dapat ikut mengecek kesesuaian data dengan kondisi di lapangan.

"Jadi setiap bulan pun bapak boleh mengusulkan pemutakhiran, ya bisa diusulkan. Nanti setiap tanggal 20, triwulan pertama, kedua, ketiga, itu akan ada hasil pemutakhiran dari BPS. Nanti pak bupati bisa cek lagi, kemarin yang saya usulkan sesuai apa enggak," ucap Mensos Saifullah Yusuf.

Mensos menekankan DTSEN tak hanya berisi data kemiskinan saja, tetapi juga data-data lain seperti data pertanian hingga kesehatan yang terintegrasi dengan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait sesuai Surat Instruksi Presiden Nomor 4/ 2025.

"Ini tidak hanya data miskin, ada data mengenai pertanian, ini semua hanya satu. Mandatnya Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Semua data, semua ada di sini. Data kesehatan, semua, peternakan, sawah, ladang, semua datanya di sini terhubung. Ini semua data ini terhubung dengan Dukcapil, terhubung dengan ATR/BPN, terhubung dengan BKN. Jadi ini data tunggal," kata Mensos Saifullah Yusuf.

Ia menambahkan bahwa DTSEN tersebut memuat seluruh informasi tentang penduduk Indonesia, baik individu maupun keluarga, sehingga akurasinya sangat penting sebagai basis pengambilan kebijakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.