Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menelusuri Jejak Beruang yang Serang Petani di Muaro Jambi

📅 Rabu, 29 Okt 2025, 22:55 WIB | Oleh:
Menelusuri Jejak Beruang yang Serang Petani di Muaro Jambi Doc: Antara
Ket. Sutini menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka parah setelah di serang beruang, Rabu (29/10/2025).

 Kabupaten Muaro Jambi - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi tengah melakukan penelusuran keberadaan beruang setelah menyerang seorang petani kebun karet di Kabupaten Muaro Jambi, pada Rabu pagi.

"Iya, ada laporan masuk (dari masyarakat) melalui panggilan terpadu (call center)," kata Kepala BKSDA Jambi Agung Nugroho di Jambi, Rabu.

Menurut Agung, saat ini tim dari Seksi Konservasi Wilayah (SKW) dua BKSDA Jambi tengah turun ke lapangan menelusuri terkait laporan masyarakat, setelah peristiwa konflik satwa dengan manusia di Desa Suka Damai, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Camat Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Hermisyaputra, menyampaikan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di RT 07. Saat itu, Sutini (korban) akan menuju kebun karet miliknya. Nahas baginya, di tengah perjalanan seekor beruang tiba-tiba datang menyerang.

Saat peristiwa berlangsung, Sutini sempat berteriak meminta tolong, untungnya teriakan tersebut didengar oleh suaminya (Priyono) yang berada tidak jauh dari lokasi.

Setelah dihalau, beruang tersebut akhirnya melepaskan cengkeraman dan langsung berjalan menjauh meninggalkan korban.

Akibat peristiwa itu, korban (50) mengalami luka serius di bagian paha, tubuh dan muka. Setelahnya warga membawa korban ke rumah sakit di Kota Jambi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Menurut Hermisyaputra, konflik beruang dengan manusia sudah dua kali terjadi dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Ia menduga, konflik tersebut dipicu akibat tutupan hutan sebagai habitat beruang mulai berkurang, sehingga satwa tersebut masuk mendekati pemukiman warga.

"Peristiwa itu sudah diketahui oleh BKSDA," jelas camat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.