Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan: Dunia Belum Siap Hadapi Peningkatan Suhu Ekstrem

📅 Selasa, 27 Jan 2026, 19:05 WIB | Oleh:

Perubahan paling signifikan dalam "hari derajat pendinginan" – suhu yang cukup panas sehingga membutuhkan pendinginan, seperti melalui AC atau kipas angin – diproyeksikan terjadi di negara-negara tropis atau khatulistiwa, khususnya di Afrika.

Republik Afrika Tengah, Nigeria, Sudan Selatan, Laos, dan Brasil mengalami peningkatan terbesar dalam suhu panas yang berbahaya.

“Sederhananya, orang-orang yang paling kurang beruntung adalah mereka yang akan menanggung dampak terberat dari tren ini, seperti yang ditunjukkan oleh studi kami, yaitu hari-hari yang semakin panas,” kata ilmuwan iklim perkotaan dan salah satu penulis penelitian, Radhika Khosla, kepada AFP.

Namun, negara-negara kaya di iklim yang secara tradisional lebih dingin juga "menghadapi masalah besar – meskipun banyak yang belum menyadarinya," tambahnya.

Negara-negara seperti Kanada, Rusia, dan Finlandia mungkin mengalami penurunan tajam dalam "hari derajat pemanasan" – suhu yang cukup rendah sehingga membutuhkan pemanasan dalam ruangan – dalam skenario kenaikan suhu 2 derajat Celcius.

Namun, menurut para penulis, kenaikan suhu yang moderat sekalipun akan terasa lebih parah di negara-negara yang tidak dirancang untuk menahan panas.

Di negara-negara ini, rumah dan bangunan biasanya dibangun untuk memaksimalkan sinar matahari dan mengurangi ventilasi, dan transportasi umum beroperasi tanpa pendingin udara.

Beberapa negara beriklim dingin mungkin akan mengalami penurunan tagihan pemanas, kata. Lizana, tetapi seiring waktu, penghematan ini kemungkinan akan digantikan oleh biaya pendinginan, termasuk di Eropa di mana pendingin ruangan masih jarang digunakan.

“Negara-negara kaya tidak bisa berpuas diri dan berasumsi mereka akan baik-baik saja – dalam banyak kasus, mereka sangat tidak siap menghadapi gelombang panas yang akan datang dalam beberapa tahun ke depan,” katanya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.