Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Padang Pariaman Bangkit: Wisatawan Kembali Ramai, Meski Banjir Baru Berlalu

📅 Senin, 26 Jan 2026, 16:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Padang Pariaman Bangkit: Wisatawan Kembali Ramai, Meski Banjir Baru Berlalu Doc: Antara/HO-LA Rafting Padang Pariaman.
Ket. Wisatawan berfoto bersama ketika menikmati jeram di aliran Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar bersama LA Rafting.

PARIAMAN – Sektor pariwisata di sejumlah daerah di Sumatera Barat mulai kembali menggeliat pascabencana banjir bandang.

Pemulihan ini ditopang oleh percepatan perbaikan infrastruktur, kampanye promosi lokal, serta adaptasi pelaku wisata terhadap protokol keselamatan dan mitigasi bencana.

Meskipun jumlah pengunjung belum sepenuhnya pulih ke tingkat sebelum bencana, tren ini menunjukkan resiliennya sektor pariwisata dan potensi pertumbuhan ekonomi lokal yang mulai kembali bergairah.

Objek wisata di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mulai dikunjungi wisatawan pasca terdampak bencana hidrometrologi yang terjadi pada akhir 2025, meskipun infrastruktur pendukung di lokasi dan menuju destinasi wisata di daerah itu masih mengalami kerusakan.

"Objek wisata sudah beroperasi kembali, bahkan telah banyak wisatawan berkunjung di antaranya di Pemandian Rumah Putiah dan Lubuk Bonta (Kecamatan 2x11 Kayu Tanam)," kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung di Parik Malintang, Senin (26/1).

Ia mengatakan objek wisata minat khusus di Padang Pariaman yaitu LA Rafting dan Lubuk Nyarai juga telah mulai dikunjungi wisatawan meskipun jumlahnya masih sedikit karena jembatan khususnya ke Lubuk Nyarai masih putus sehingga wisatawan menggunakan jalan alternatif yaitu jalan lingkar Stadion Utama Sumbar.

Ia menyebutkan setidaknya 12 dari 21 objek wisata yang aktif di Padang Pariaman mengalami kerusakan bidang infrastruktur. Namun, lanjutnya untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman melaksanakan aksi bersih-bersih di empat objek wisata.

"Namun untuk perbaikan kami belum bisa karena saat bencana terjadi penyusunan anggaran 2026 telah selesai," katanya.

Namun, lanjutnya Pemkab Padang Pariaman telah mengusulkan revitalisasi infrastruktur di objek wisata yang rusak akibat bencana kepada Kementerian Pariwisata RI.

"Insya Allah pada 28 Februari kami akan diterima oleh beberapa deputi untuk memaparkan kondisi pariwisata Padang Pariaman pasca-mengalami bencana," ujarnya.

Ia berharap agenda tersebut dapat berjalan dengan baik sehingga fasilitas wisata dan infrastruktur pendukung wisata yang rusak akibat bencana dapat segera dibantu perbaikannya oleh pemerintah pusat.

Ia menyebutkan kerugian Padang Pariaman akibat rusaknya infrastruktur wisata karena bencana mencapai Rp21 miliar. Selain itu, lanjutnya dampak yang ditimbulkan dari kerusakan tersebut mencapai Rp3 miliar karena aktivitas wisata tidak berjalan selama tanggap darurat.

"Oleh karena itu kami melaksanakan aksi bersih-bersih objek wisata beberapa waktu lalu agar sektor wisata kembali menggeliat sehingga ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor ini dapat kembali membaik," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata Lubuak Nyarai dan Direktur LA Rafting, Ritno Kurniawan mengatakan semenjak awal 2026 pihaknya telah menerima kunjungan wisatawan untuk kedua objek wisata tersebut meskipun jumlahnya turun drastis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.