Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengenal Virus Nipah: Asal-usul, Cara Penularan, hingga Gejala yang Wajib Diwaspadai

📅 Senin, 26 Jan 2026, 19:45 WIB | Oleh:
Mengenal Virus Nipah: Asal-usul, Cara Penularan, hingga Gejala yang Wajib Diwaspadai Doc: Pexels
Ket. Virus Nipah kembali menyita perhatian publik internasional setelah sejumlah kasus dilaporkan di India dan memicu peningkatan kewaspadaan di negara-negara sekitarnya.

JAKARTA - Virus Nipah kembali menyita perhatian publik internasional setelah sejumlah kasus dilaporkan di India dan memicu peningkatan kewaspadaan di negara-negara sekitarnya. Penyakit ini tergolong sangat berbahaya karena memiliki tingkat kematian tinggi dan hingga kini belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus.

Mengacu pada laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, virus Nipah pertama kali teridentifikasi pada 1999 di Malaysia yang kala itu berkaitan dengan wabah penyakit di peternakan babi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat reservoir alami virus Nipah adalah kelelawar buah dari genus Pteropus.

Kelelawar tersebut tidak menunjukkan gejala sakit, namun mampu menularkan virus ke hewan lain seperti babi, sebelum akhirnya menginfeksi manusia. Perubahan lingkungan seperti penebangan hutan membuat habitat alami kelelawar berkurang dan mendorong interaksi lebih dekat dengan permukiman serta peternakan.

Virus Nipah termasuk dalam kelompok Paramyxovirus, yakni virus RNA yang juga mencakup virus campak dan gondongan, tetapi dengan tingkat keganasan yang jauh lebih tinggi. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi seperti air liur, darah, dan urine.

Selain itu, manusia juga bisa terinfeksi melalui konsumsi makanan atau daging hewan yang terkontaminasi dan dimasak tidak sempurna. Sejumlah laporan, termasuk dari media internasional, mencatat bahwa penularan antarmanusia juga pernah terjadi, terutama melalui kontak erat dengan cairan tubuh pasien.

Masa inkubasi virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari sebelum gejala muncul. Pada fase awal, gejala sering kali tampak ringan sehingga kerap tidak disadari sebagai infeksi berbahaya.

Gejala awal virus Nipah meliputi:

Pada sebagian pasien, kondisi dapat memburuk dengan cepat dalam waktu singkat. Virus ini tidak hanya menyerang sistem pernapasan, tetapi juga sistem saraf pusat.

Gejala berat yang perlu diwaspadai antara lain:

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Seixas Siap Ganggu Dominasi...
PROFIL BINTANG

Alphonso Davies

15 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Alphonso Davies

Ferrari Siap Akhiri Laju Kemenangan Antonelli di GP Monako

23 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Ferrari Siap Akhiri Laju Ke...
Daerah
Semarak Piala Dunia dengan ...
Daerah
Bursa Kerja di Ciamis Buka ...
Ekonomi
Percepatan Program Irigasi ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.