Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Migrasi Air Tanah ke PAM Demi Cegah Amblas dan Banjir Rob

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 17:00 WIB | Oleh:
Pemprov DKI Migrasi Air Tanah ke PAM Demi Cegah Amblas dan Banjir Rob Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Pemprov DKI memperkuat strategi pengendalian penurunan muka tanah dengan mendorong warga beralih dari penggunaan air tanah ke layanan air minum perpipaan PAM Jaya.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat strategi pengendalian penurunan muka tanah dengan mendorong warga beralih dari penggunaan air tanah ke layanan air minum perpipaan PAM Jaya. Langkah ini dipandang krusial untuk menekan risiko banjir rob di wilayah pesisir serta menjaga keberlanjutan lingkungan perkotaan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa transisi menuju air perpipaan bukan hanya soal layanan publik, tetapi juga investasi jangka panjang untuk ketahanan kota. Ia menyebut pemenuhan kebutuhan air bersih harus dibarengi dengan upaya perlindungan lingkungan dan keselamatan warga.

"Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi secara aman dan berkelanjutan. Pemprov DKI Jakarta bertanggung jawab memastikan seluruh warga mendapatkan akses air bersih yang layak," ujar Rano saat sosialisasi layanan PAM Jaya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Pemprov DKI Jakarta menargetkan cakupan layanan air minum perpipaan mencapai 100 persen pada 2029 melalui percepatan pembangunan jaringan pipa di berbagai wilayah. Kawasan permukiman seperti Bumi Karang Indah menjadi salah satu fokus pengembangan agar distribusi air bersih semakin merata.

Rano juga menekankan pentingnya keterlibatan warga dalam proses transisi layanan air perpipaan agar kebijakan berjalan efektif. Menurutnya, sosialisasi langsung menjadi ruang dialog dua arah antara masyarakat dan penyedia layanan.

"Sosialisasi ini bukan hanya untuk memberikan informasi, tetapi juga untuk mendengar langsung kebutuhan warga. Kami berharap warga memanfaatkan kesempatan ini agar layanan air perpipaan dapat segera dinikmati di rumah masing-masing," kata Rano.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menyebut penggunaan air tanah secara berlebihan menjadi salah satu penyebab utama penurunan muka tanah di Jakarta. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan di wilayah selatan, tetapi turut memperparah banjir rob di Jakarta Utara.

"Kami mengajak warga menjadikan penggunaan air PAM sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan. Kualitas air PAM saat ini sudah sangat baik dan suplai air ke wilayah ini sudah siap," ujar Arief.

Selain memperluas jaringan pipa, PAM Jaya juga berkomitmen mempercepat proyek galian infrastruktur dengan tetap memperhatikan kenyamanan warga. Upaya ini dilakukan agar proses migrasi ke layanan perpipaan dapat berlangsung cepat tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.

Pemprov DKI Jakarta berharap perubahan pola konsumsi air ini mampu mengurangi tekanan terhadap cadangan air tanah dan memperkuat ketahanan kota menghadapi perubahan iklim. Dengan akses air bersih yang stabil, Jakarta ditargetkan menjadi kota yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.