Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkes Ungkap Gigi Berlubang Masih Mendominasi Masalah Kesehatan Anak

📅 Sabtu, 24 Jan 2026, 11:45 WIB | Oleh:
Kemenkes Ungkap Gigi Berlubang Masih Mendominasi Masalah Kesehatan Anak Doc: Humas Kemenkes
Ket. Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan masalah kesehatan masih membayangi anak-anak Indonesia sejak usia balita hingga remaja. Pada kelompok balita dan anak prasekolah usia 1–6 tahun, persoalan terbesar adalah gigi berlubang atau karies.

“Masalah utama pada balita itu gigi berlubang. Ada 31 persen. Artinya satu dari tiga anak mengalami karies,” kata Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (24/1).

Lebih lanjut, Endang menegaskan, kesehatan gigi sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Gigi berlubang dapat memicu nyeri, infeksi, hingga membuat anak sering absen sekolah.

“Kalau gigi sakit, anak jadi sulit makan, mudah infeksi, tidak masuk sekolah. Akhirnya pertumbuhan dan konsentrasinya terganggu,” ujar dia.

Karena itu, Kemenkes menganjurkan anak-anak untuk menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride untuk pencegahan. Selain itu, Kemenkes juga menganjurkan kepada anak-anak rutin melakukan pemeriksaan gigi setiap enam bulan.

“Kalau sudah berlubang harus segera ditangani di puskesmas atau klinik. Hal ini supaya tidak perlu dicabut dan gigi tetap lengkap,” ucap Endang menambahkan.

Selain masalah gigi, Endang juga menjelaskan anak balita juga menghadapi persoalan gizi, terutama berat badan kurang. Tercatat lebih dari 140 ribu anak mengalami kondisi tersebut.

“Kami mengimbau orang tua memberikan makanan bergizi seimbang, kaya protein hewani dan zat besi, seperti telur, ikan, dan daging. Kemudian, balita harus ditimbang setiap bulan supaya kita bisa melacak pertumbuhannya,” ucap Endang.

Sementara, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi menjelaskan, strategi menyehatkan masyarakat bertumpu pada dua pendekatan, yakni promotif dan preventif. Ia mengatakan, program cek kesehatan gratis (CKG) pada 2026 tidak lagi berhenti pada tahap skrining.

“Pada 2026, CKG akan disertai tindak lanjut pengobatan dan perawatan bagi masyarakat yang hasil pemeriksaannya menunjukkan masalah kesehatan. Program CKG menjadi instrumen pemerintahmewujudkan target menyehatkan masyarakat, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN),” kata Budi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.