Industri Semen Tertekan, Semen Merah Putih Dorong Strategi Green Cement
📅 Sabtu, 24 Jan 2026, 23:25 WIB | Oleh: Haryo BronoProduk hydraulic cement, termasuk FLEXIPLUS, mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 636,5 persen pada 2025 dan ditargetkan tumbuh sekitar 20,7 persen pada 2026, seiring meningkatnya permintaan terhadap material konstruksi berkelanjutan.
General Manager Sales & Marketing Semen Merah Putih, Oza Guswara, menilai bahwa transisi menuju material konstruksi ramah lingkungan kini telah menjadi kebutuhan industri.
“Transisi menuju material konstruksi yang lebih berkelanjutan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui FLEXIPLUS dan ECOPRO, kami berkomitmen menghadirkan green cement dengan jejak karbon lebih rendah tanpa mengorbankan kualitas dan performa,” ujarnya.
Kolaborasi, Tantangan Pasar, dan Dinamika Permintaan
Dari sisi kebijakan, Kementerian Perindustrian menilai 2026 sebagai fase penting dalam transformasi industri nasional menuju industri hijau yang berdaya saing. Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin, Apit Pria Nugraha, menegaskan bahwa transformasi industri hijau harus memberikan dampak nyata bagi efisiensi sumber daya dan daya saing industri.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Transformasi industri hijau harus menghasilkan dampak konkret, baik dari sisi efisiensi maupun daya saing. Inovasi yang aplikatif dan relevan menjadi kunci agar industri hijau mampu mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan, tanpa mengorbankan daya saing,” katanya.
Ia menambahkan bahwa industri semen memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan kualitas pembangunan, efisiensi sumber daya, serta dampak lingkungan jangka panjang.
Kolaborasi antara industri semen dan pemerintah juga dinilai semakin penting, khususnya dalam sektor perumahan. Pemerintah menilai tantangan perumahan nasional tidak hanya terletak pada ketersediaan hunian, tetapi juga pada kualitas bangunan, terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kawasan perkotaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Subdirektorat Wilayah I Direktorat Pembangunan Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Adji Krisbandono, menyebut pertumbuhan populasi urban masih menciptakan backlog perumahan yang signifikan di berbagai kota.
“Kebutuhan hunian di kawasan perkotaan masih sangat besar, terutama untuk MBR. Urbanisasi yang tinggi membuat backlog perumahan menjadi tantangan nasional yang perlu ditangani secara berkelanjutan,” ujarnya.
Inovasi Hijau dan Momentum 15 Tahun Cemindo Gemilang
Memasuki usia 15 tahun, Cemindo Gemilang juga memperkuat pilar keberlanjutan berbasis manusia (people), baik bagi karyawan dan keluarga, maupun mitra eksternal seperti tukang, kontraktor, toko, dan distributor. Inisiatif tersebut diwujudkan melalui pengembangan Mandor Pintar Institute, kegiatan specifier roadshow, serta program apresiasi bagi komunitas konstruksi.
Oza menegaskan bahwa transformasi industri tidak dapat berjalan sendiri. Menurutnya, keberlanjutan bukan hanya soal teknologi dan efisiensi, tetapi juga membangun ekosistem serta kemitraan jangka panjang.
“Melalui pendekatan ini, kami ingin memastikan transformasi industri yang kami jalankan relevan dan berdampak bagi pembangunan nasional, serta sejalan dengan arah kebijakan pemerintah,” lanjutnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!