Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dari Rendang Sampai Kafe Kekinian, Kuliner Padang Sumbang Rp5 Miliar ke PAD

📅 Minggu, 05 Apr 2026, 18:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dari Rendang Sampai Kafe Kekinian, Kuliner Padang Sumbang Rp5 Miliar ke PAD Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Pelaku UMKM menunjukkan aneka rendang khas Kota Padang, Sumatera Barat.

PADANG – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kuliner belakangan terasa makin “gurih”. Nggak heran, karena kuliner sekarang bukan cuma soal makan, tapi juga pengalaman—mulai dari berburu jajanan viral, nongkrong di kafe estetik, sampai eksplorasi makanan khas daerah.

Di banyak kota, geliat usaha kuliner tumbuh cepat. Dari warung sederhana sampai restoran kekinian, semuanya ikut menyumbang perputaran ekonomi. Pajak restoran, retribusi, hingga aktivitas pendukung seperti parkir dan distribusi bahan baku, pelan-pelan jadi sumber pemasukan daerah yang cukup signifikan.

Menariknya, tren ini juga didorong oleh gaya hidup. Orang makin suka coba tempat baru, apalagi kalau punya konsep unik atau menu yang “instagramable”. Ditambah lagi dengan peran media sosial yang bikin promosi terasa lebih cepat dan luas—sekali viral, pengunjung bisa langsung membludak.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai lebih aktif mendorong sektor ini. Mulai dari penataan kawasan kuliner, festival makanan, sampai kemudahan perizinan bagi pelaku usaha. Tujuannya jelas: supaya roda ekonomi terus berputar dan PAD bisa ikut terdongkrak.

Pada akhirnya, kuliner bukan lagi sekadar pelengkap pariwisata, tapi sudah jadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Selama inovasi terus berjalan dan kualitas tetap dijaga, sektor ini punya potensi besar untuk terus “menambah rasa” dalam pendapatan daerah.

Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), berhasil meraup pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) sektor kuliner lebih dari Rp5 miliar sejak mencanangkan sebagai kota gastronomi.

"PAD sektor PBJT makanan dan minuman naik drastis menjadi Rp5.649.147.097," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang Fuji Astomi di Kota Padang, Sabtu (5/4).

Sebelumnya, jumlah pendapatan Kota Padang di bidang kuliner berada di kisaran Rp4 miliar. Peningkatan pendapatan sektor itu melonjak di akhir tahun 2025.

Bahkan, menurut dia, pada saat libur Lebaran 1447 Hijriah terjadi kenaikan yang cukup signifikan. Hal itu juga dipengaruhi para perantau yang pulang ke kampung halaman dan mencicipi kuliner Minang.

Sejak Agustus 2025, Pemerintah Kota Padang telah mendeklarasikan sebagai kota gastronomi.

Gastronomi merupakan ilmu atau seni yang mempelajari hubungan antara makanan, budaya, dan seni memasak. Istilah itu mencakup berbagai aspek mulai dari teknik memasak, cita rasa, penyajian makanan, hingga bagaimana makanan berperan dalam kehidupan sosial dan budaya suatu masyarakat.

Selain di sektor kuliner, Kota Padang juga mencatatkan pendapatan di bidang jasa perhotelan sebesar Rp3,4 miliar, jasa parkir Rp129 juta, jasa kesenian dan hiburan Rp654 juta dan sektor retribusi Rp255 juta.

Ia menjelaskan retribusi pada Dinas Perhubungan menjadi penyumbang terbesar dengan andil Rp218 juta dan Rp37 juta dari retribusi Dinas Pariwisata.

"Hingga akhir libur Lebaran, PAD di seluruh sektor ini terkumpul sebesar Rp10.148.090.495," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.