Kinerja Solid di 2025, LPS Siap Lakukan Lompatan Strategis Tahun 2026
📅 Jumat, 23 Jan 2026, 23:28 WIB | Oleh: Vitto Budi
Doc: istimewa
JAKARTA- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang 2025, sehingga memudahkan dalam menyiapkan lompatan strategis pada 2026 guna memperkuat perannya sebagai penjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu dalam keterangan pers saat penetapan Suku Bunga Penjaminan (SBP) di Jakarta, Kamis (22/1) malam.
Tahun 2026 kata Anggito, akan menjadi momentum transformasi besar bagi LPS. “Tahun 2026 merupakan the Great Leap bagi LPS. Kami akan menggunakan segenap sumber daya untuk menjadi lembaga resolusi yang terdepan dan terpercaya di kawasan regional serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Anggito.
Sejak berdiri hingga kini, LPS kata Anggito telah menjalankan mandat resolusi bank secara konsisten dan efektif. Dalam periode tersebut, LPS melikuidasi satu bank umum, 130 Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dan 16 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Selain itu, LPS juga melakukan penempatan modal sementara pada 1 bank umum serta konversi modal (bail-in) pada satu BPR.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, menegaskan bahwa seluruh bank di Indonesia tanpa terkecuali merupakan bagian dari program penjaminan LPS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sisi perlindungan nasabah, kinerja LPS terus menunjukkan perbaikan signifikan. Rata-rata waktu pembayaran klaim simpanan pertama kali kini hanya membutuhkan sekitar 5 hari kerja sejak izin usaha bank dicabut, jauh lebih cepat dibandingkan lima tahun lalu yang mencapai 14 hari kerja.
Lebih lanjut Farid mengatakan kinerja keuangan LPS pada 2025 juga menunjukkan tren yang sangat positif. Total aset LPS meningkat 13,6 persen secara tahunan menjadi 276,2 triliun rupiah (unaudited). LPS membukukan surplus sebesar 33,8 triliun rupiah, naik 13,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, Cadangan Penjaminan LPS tercatat meningkat 13,3 persen menjadi 213,4 triliun rupiah.
Di luar fungsi inti penjaminan dan resolusi, LPS turut berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Sepanjang 2025, LPS menyetor pajak sebesar 3 triliun rupiah atau tumbuh 15,3 persen dibandingkan 2024, serta meningkatkan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) menjadi 51,4 triliun rupiah, naik 8,4 persen secara tahunan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Melalui program LPS Peduli, LPS juga menyalurkan bantuan tanggap bencana, termasuk untuk korban banjir di Sumatera, senilai 1,4 miliar rupiah sebagai wujud kepedulian sosial,” kata Farid.
Program Strategis 2026
Memasuki 2026, LPS menyiapkan sejumlah program strategis sebagai bagian dari transformasi kelembagaan. Agenda utama meliputi akselerasi persiapan program penjaminan polis agar dapat diimplementasikan pada 2027, penguatan program teknologi informasi bagi BPR, serta peningkatan literasi keuangan dan penjaminan.
Program-program tersebut diarahkan untuk menurunkan jumlah masyarakat unbanked melalui pendekatan yang inklusif, intensif, dan kolaboratif, dengan melibatkan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), kementerian dan lembaga terkait, serta pelaku industri jasa keuangan.
Tahan TBP
Dalam kesempatan itu, LPS juga menyampaikan keputusan Dewan Komisioner LPS mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) simpanan sebagai langkah menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!