Buaya-buaya Membuat Pusing Pemkab Bintan
📅 Jumat, 23 Jan 2026, 10:34 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
BINTAN – Masyarakat biasayanya dibuat pusing buaya-buaya daerat. Namun, yang terjadi di Bintang berbeda. Ini benar-benar masalah buaya sesungguhnya, yang membuat pusing Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Pemkab Bintan harus membentuk satuan tugas (Satgas) segala untuk menangani buaya di kawasan pesisir. Satgas penanganan buaya ini sudah sangat mendesak karena belakangan serangan buaya terhadap masyarakat semakin masif.
"Satgas penanganan buaya ini harus secepatnya dibentuk, mengingat keberadaan buaya makin meresahkan warga pesisir," kata Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Bintan Muhammad Mi'raj di Bintan, Kamis.
Mi'raj menyebut dari hasil rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Bintan dan semua pemangku kepentingan, seperti BPBD, Balai Konservasi Sumber daya Alam (BKSDA) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), telah disepakati bahwa Satgas penanganan buaya segera dibentuk melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Bintan Roby Kurniawan.
Satgas tersebut akan melibatkan BPBD, BKSDA, KKP, TNI-Polri hingga warga setempat. Satgas akan melakukan pemetaan titik-titik buaya, termasuk melakukan upaya pencegahan, penanganan serta evakuasi buaya ke lokasi penangkaran yang direncanakan di Pulau Bulan, Batam.
Mi'raj menyebut dari laporan masyarakat yang diterima BPBD, hampir semua wilayah pesisir di Bintan terdapat kemunculan buaya. Pihaknya mencatat sejak 2022 sampai 2026, total ada empat kali serangan buaya terhadap warga. Dua diantaranya meninggal, dan dua lainnya luka-luka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terbaru, seorang nelayan di Tembeling, Bintan Imran (34), meninggal setelah diserang buaya pada saat hendak melaut, Jumat (16/1). "Oleh karena itu, pentingnya dibentuk Satgas penanganan buaya, dengan harapan dapat mencegah kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari," ujar Mi'raj.
Ia mengimbau masyarakat mewaspadai sejumlah kawasan pesisir di tujuh kecamatan yang rawan kemunculan buaya, antara lain di Kecamatan Gunung Kijang tersebar di Desa Malang Rapat, Desa Teluk Bakau, Kelurahan Kawal, dan Desa Gunung Kijang. Perkiraan sementara, ada 19 ekor buaya di empat wilayah tersebut.
Kemudian, di Kecamatan Toapaya tersebar di Waduk Desk dan Jembatan Lintas Barat. Lalu, Kecamatan Bintan Timur tersebar di Waduk PT Korindo, Kampung Batu, dan pesisir Pantai Losari Kijang Kota.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berikutnya, Kecamatan Teluk Bintan tersebar di Tanah Merah, Bintan Buyu, Parit Bugis, Bendungan Bintan Enaw, Pulau Ladi, Karang Rejo, Gisi dan Telang. Di Kecamatan Sri Kuala Lobam tersebar di Jembatan Busung, Sungai Lepan dan Tanjung Talok. Kecamatan Bintan Utara, di Pantai Sakera dan Sebong Pereh.
Selain itu, kondisi paling parah di Kecamatan Tambelan, ada 18 titik kemunculan buaya. Bahkan, terdapat seekor buaya yang ukurannya mencapai lima meter.
"Pemkab segera menyurati pengelola Pulau Bulan Batam untuk menampung buaya dari Bintan, karena di Bintan belum ada lokasi penangkaran buaya," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!