Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Percepat PLTS 100 GW, Prabowo Siap Resmikan Tahap Awal di Bali

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Percepat PLTS 100 GW, Prabowo Siap Resmikan Tahap Awal di Bali Doc: Antara
Ket. Petugas melakukan perawatan panel surya di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (6/5). Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt (GW) dalam kurun waktu 2026 hingga 2028 guna memperkuat ketahanan energi nasional dan mempercepat transisi energi.

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan tahap pertama program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) di Bali.

"Saya lagi usahakan meminta jadwal Bapak Presiden untuk peresmian tahap pertama terhadap PLTS 100 GW. Mungkin kita akan buat di Bali," kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/8).

Bahlil memastikan program PLTS 100 GW telah masuk dalam revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034.

"Kami buat masterplan dengan perencanaan," ujarnya.

Pemerintah menyiapkan pengembangan awal PLTS berkapasitas 17 GW sebagai tahap pertama dari proyek PLTS 100 GW yang menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi energi nasional.

Untuk mendukung proyek tersebut, Kementerian ESDM bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah menyiapkan sekitar 24 ribu hektare lahan di Pulau Jawa.

Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan infrastruktur pendukung, seperti jaringan transmisi dan gardu induk milik PLN, akan diintegrasikan dengan pembangkit yang dibangun di lahan tersebut.

Menurut Yuliot, pemerintah memprioritaskan pembangunan PLTS berkapasitas 17 GW pada tahap awal sebelum melanjutkan pengembangan hingga mencapai target 100 GW.

Program ini diperkirakan mampu menekan impor energi dengan nilai substitusi sekitar 14,4 miliar dolar AS hingga 28,9 miliar dolar AS, sekaligus memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga 26,6 miliar dolar AS.

Proyek Percontohan

Sementara itu, Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menilai target Presiden Prabowo untuk membangun pembangkit energi bersih berkapasitas 100 GW dalam beberapa tahun ke depan merupakan target yang realistis.

"Yang diinginkan oleh Presiden Prabowo, 100 GW dalam beberapa tahun ini sebetulnya tidak terlalu sulit. Kalau kita lihat China, dalam waktu enam bulan mampu membangun 250 gigawatt," kata Dino di Jakarta.

Meski demikian, Dino menilai keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keberhasilan proyek percontohan sebelum diperluas secara nasional.

Ia menjelaskan rencana pembangunan PLTS di sekitar 52 ribu desa dengan alokasi lahan sekitar satu hektare per desa membutuhkan koordinasi yang kuat antarkementerian, mulai dari Kementerian ESDM, Kementerian Desa, hingga Kementerian ATR/BPN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Pelatih Timnas Indonesia Jo...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

33 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.