Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pramono Pastikan Anggaran Penanganan Banjir Jakarta Tidak Dipangkas

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 09:41 WIB | Oleh:
Pramono Pastikan Anggaran Penanganan Banjir Jakarta Tidak Dipangkas Doc: Pemprov DKI
Ket. Pramono mengatakan banjir di Jakarta lebih cepat surut karena fasilitas infrastruktur pengendali banjir yang siap beroperasi penuh.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tetap memprioritaskan upaya penanganan banjir dengan menyiapkan berbagai infrastruktur pengendali banjir. Ia juga memastikan alokasi anggaran penanganan banjir dan mitigasi cuaca tidak akan terdampak pengurangan APBD 2026.

”Jadi hal yang berkaitan dengan penekanan cuaca buruk dan juga normalisasi sungai, apakah itu Ciliwung atau Krukut, dan juga pembelian beberapa pompa-pompa baru, saya men-stressing bahwa tidak ada pengurangan," tegas Pramono, dikutip dari laman Pemprov DKI, Rabu (21/1).

Menurutnya, kesiapan infrastruktur dan upaya penanganan banjir harus disiapkan dengan baik. Ia mengatakan Pemprov DKI bahkan menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama sebulan penuh. Biasanya, OMC ini hanya disiapkan untuk satu hingga tiga hari.

Alokasi anggaran OMC untuk sebulan penuh ini disiapkan guna mengantisipasi prakiraan cuaca ekstrem yang melanda Jakarta.

"Kami tidak ingin kemudian, karena memang cuaca-cuaca ini lagi ekstrem sekali. Hampir semua sepanjang Pantai Utara Jawa kan hari ini juga masih kebanjiran semua," kata dia.

Meski tengah menghadapi cuaca ekstrem, Pramono menyebut banjir yang terjadi di Jakarta lebih cepat surut dibandingkan daerah lainnya. Hal ini didukung dengan adanya fasilitas infrastruktur pengendali banjir yang sudah siap beroperasi penuh.

"Karena memang fasilitas pompanya cukup untuk melakukan itu. Walaupun, kalau kemudian curah hujannya rata-rata seperti hari Sabtu-Minggu di atas 250, itu pasti akan terjadi genangan banjir di mana-mana," jelas Pramono.

Terkait macet yang selalu terjadi saat hujan deras, Pramono membuka peluang adanya kebijakan untuk menerapkan Work From Home atau WFH jika curah hujan kembali tinggi. Kebijakan ini terutama diberlakukan untuk para siswa di Jakarta.

"Kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan Work From Home, terutama untuk anak-anak didik kita," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.