Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Bongkar Potensi Cuan Negara: PPN Luar Negeri Tembus Rp84 T

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 20:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkeu Bongkar Potensi Cuan Negara: PPN Luar Negeri Tembus Rp84 T Doc: (ANTARAImamatul Silfia)
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di Kompleks Parlemen, Jakarta.

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut potensi penerimaan negara dari pemungutan pajak pertambahan nilai (PPN) atas transaksi luar negeri yang dilakukan anak usaha BUMN dapat mencapai sekitar Rp84 triliun per tahun.

Potensi ini mencerminkan masih besarnya ruang optimalisasi penerimaan pajak, sekaligus menunjukkan pentingnya penguatan tata kelola dan pengawasan transaksi lintas negara guna meningkatkan kontribusi fiskal secara berkelanjutan.

Sebagai catatan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2025 menunjuk anak usaha BUMN yakni PT Jalin Pembayaran Nusantara sebagai pelaksana sistem pemungutan pajak atas transaksi digital luar negeri (SPP-TDLN).

“Dengan algoritma yang mereka punya, dengan data dalam negeri digabungkan dengan data luar negeri, mereka bilang bisa menaikkan pendapatan kita dari PPN saja sampai 5 miliar dolar AS per tahun,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/1).

Purbaya menjelaskan pemungutan itu dilakukan oleh PT Jalin, karena Direktorat Jenderal Pajak (DJP) belum memiliki kapasitas yang sepadan untuk bisa menangkap transaksi luar negeri.

Dengan strategi ini, kata dia, risikonya relatif lebih kecil.

Menkeu menambahkan sistem ini masih tahap awal implementasi dan dia akan mempertimbangkan langkah pengembangan selanjutnya bergantung dari hasil uji coba.

Bendahara negara juga menjamin kerahasiaan data transaksi akan tetap terjaga.

“Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sudah masuk ke sana, sudah lihat bolong atau nggak. Dan yang mengelola datanya adalah PT Danareksa (Persero), itu perusahaan dalam negeri juga. Jadi, nggak akan ada data yang bocor,” tuturnya.

Sebagai catatan, Kementerian Keuangan mencatat realisasi sementara penerimaan pajak hingga akhir Desember 2025 mencapai Rp1.917,6 triliun, sekitar 87,6 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang mencapai Rp2.189,3 triliun. Artinya, terjadi selisih atau shortfall sekitar Rp271,7 triliun.

Untuk kelompok PPN dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), penerimaan mengalami penurunan 14,7 persen pada paruh pertama 2025.

Pada paruh kedua 2025, penerimaan PPN dan PPnBM mencatat pertumbuhan sebesar 2,1 persen dengan realisasi mencapai Rp790,2 triliun.

Kinerja ini menunjukkan mulai pulihnya aktivitas konsumsi dan transaksi ekonomi, meski laju pertumbuhannya masih tergolong moderat di tengah tekanan daya beli dan dinamika ekonomi domestik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.