Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlu Ketegasan Atasi “Gurandil” Pongkor

3 Selasa, 20 Jan 2026, 04:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perlu Ketegasan Atasi “Gurandil” Pongkor Perlu Ketegasan Atasi “Gurandil” Pongkor Doc: istimewa
Ket. Bekas lubang tambang.

BOGOR – Kecelakaan para penambang ilegal di Gunung Pongkor, Bogor, sudah terjadi berulang kali. Namun, sepertinya, para penambang emas ilegal atau yang biasa disebut gurandil, tak ada takutnya. Kali ini tiga gurandil tewas dalam usaha mencari emas tersebut.

Tim gabungan mengevakuasi tiga penambang Pongkor yang tewas. Langkah evakuasi baru dapat dilakukan sepekan setelah terjadi kecelakaan berupa munculnya kepulan asap. Hingga kini asal-usul kepulan asap tersebut masih diselidiki kepolisian.

Kepala Kepolisian Sektor Nanggung, Ajun Komisaris Polisi Ucup Supriatna, mengatakan evakuasi dilakukan bersama tim emergency response PT Aneka Tambang (Antam) dan unsur terkait sejak Minggu dini hari hingga Senin (19/1) pagi. “Tiga korban yang berhasil dievakuasi sudah meninggal,” jelas Ucup, Senin.

Dia menjelaskan, evakuasi pertama dilakukan Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB hingga 04.00 WIB, dengan dua korban berhasil dievakuasi. Evakuasi selanjutnya dilakukan kembali pada malam hari hingga Senin pagi dan ditemukan satu korban lagi. “Dua korban pertamaadalah warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya,” ujarnya.

Ucup menyampaikan, lokasi korban berada di titik yang bukan area operasional PT Antam. Medannya sulit dijangkau. Proses evakuasi menghadapi tingkat kesulitan tinggi karena kondisi geoteknik yang tidak stabil dan masih adanya gas berbahaya.

“Medannya berbahaya. Bahkan, salah satu anggota tim evakuasi tertimpa batu sehingga terluka,” ujarnya. Ucup menambahkan, kepolisian bersama unsur terkait masih melanjutkan pemantauan di lokasi. Polisi juga membuka posko siaga bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya.

“Kami membuka posko supaya warga yang merasa kehilangan keluarganya bisa melapor,” katanya. Selain tiga penambang yang berhasil dievakuasi, terdapat dua penambang lain yang meninggal dunia akibat kepulan asap dan telah berhasil dievakuasi secara mandiri oleh warga Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.

Sementara itu, Kepala Region Jawa, CSR, dan Subdivisi PT Antam, Tbk, UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio, menyatakan proses evakuasi dilakukan dengan risiko tinggi, dengantetap mengutamakan keselamatan petugas.

Agustinus menegaskan seluruh korban yang telah dievakuasi adalah warga, bukan karyawan maupun kontraktor PT Antam. Korban beroperasi di area nonoperasional PT Antam. Daerah itu seharusnya steril dari aktivitas penambangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Dampak Jatuhnya Jet Pribadi...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Gembira!!! BSU 2026 Rp900 Ribu Resmi Ditetapkan Pemerintah, Syarat & Penerimanya Cek Disini!

Kabar Gembira!!! BSU 2026 Rp900 Ribu Resmi Ditetapkan Pemerintah, Syarat & Penerimanya Cek Disini!

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.