Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB Pastikan Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Jateng Maksimal

📅 Minggu, 18 Jan 2026, 08:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPB Pastikan Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Jateng Maksimal Doc: ANTARA
Ket. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto saat berdialog dengan para pengungsi di Gedung DPRD Kudus bersama Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, serta Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama Forkopimda, Jumat (16/1/2026).

SEMARANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penanganan bencana hidrometeorologi di sejumlah kawasan di Jawa Tengah berlangsung maksimal, seperti halnya penanganan bencana di daerah lain di Indonesia.

Kepala BNPB Suharyanto di Kabupaten Demak, Sabtu, menyatakan pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah lain, termasuk dalam penanggulangan bencana.

"Masyarakat yang terdampak di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai hak yang sama untuk mendapat bantuan, mendapat perhatian apalagi ketika terjadi bencana," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BNPB melakukan dialog bersama masyarakat terdampak bencana, dan sejauh ini mereka tidak ada yang mengeluhkan kebutuhan dasar.

"Artinya, kebutuhan dasar terjamin, tetapi mereka meminta normalisasi Sungai Juwana supaya bencana serupa tidak terjadi di kemudian hari," katanya.

Menanggapi permintaan normalisasi sungai tersebut, ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Kementerian Pekerjaan Umum.

Menurut dia, bencana banjir di Jateng yang hampir selalu terjadi tiap tahun lantaran daya dukung lingkungan sudah berubah yang mengakibatkan bencana tidak bisa dihindari.

Solusi atas permasalahan mendasar dari banjir di Kudus, seperti normalisasi Sungai Juwana, kata dia, akan menjadi upaya jangka menengah dan jangka panjangnya, sedangkan solusi jangka pendek melalui operasi modifikasi cuaca.

"Nah, untuk Jawa Tengah, atas arahan dari BMKG kita lakukan (modifikasi cuaca, red.). Dari sejak kemarin sampai sekarang ini ada satu pesawat yang terus melaksanakan operasi modifikasi cuaca," katanya.

Modifikasi cuaca diharapkan mampu mengurangi curah hujan yang turun secara signifikan dan membuat debit air hujan berkurang sehingga banjir juga tidak makin bertambah besar.

Ia juga memastikan kebutuhan dasar pengungsi akan dipenuhi dengan baik, meliputi kebutuhan dasar makan, minum, pakaian, tempat tinggal sementara, alat pembersih, kebutuhan pakaian dan sebagainya.

"Kalau memang nanti pemerintah kabupaten mengeluarkan anggaran dan itu anggarannya memang tidak bisa (mencukupi, red.), itu bisa sistem 'reimburs' diajukan pemerintah pusat lewat BNPB," kata Suharyanto.

Selain meninjau wilayah terdampak banjir di Demak, Suharyanto juga meninjau di Kabupaten Pati di hari yang sama, serta sebelumnya ke Kabupaten Kudus dan Jepara pada Jumat (16/1).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.