Harga Tiket Naik, Museum Nasional Masih Yakin Ramai
📅 Sabtu, 17 Jan 2026, 09:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Reno Esnir
JAKARTA – Di tengah riuh polemik kenaikan harga tiket, Museum Nasional Indonesia tetap melangkah penuh percaya diri.
Target ratusan ribu pengunjung pun dipasang, seolah memberi pesan halus: sejarah tetap harus laku, meski harganya naik.
Di saat sebagian masyarakat mulai menghitung ulang isi dompet, museum justru sibuk menghitung proyeksi jumlah pengunjung.
Kenaikan tiket ini sontak memantik diskusi—antara menjaga kualitas layanan dan menjaga niat orang untuk datang.
Sebab, bagi sebagian warga, berwisata sejarah kini terasa mirip ujian ekonomi kecil-kecilan: mau belajar masa lalu, tapi harus berdamai dulu dengan harga masa kini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, optimisme tetap dijaga. Museum tampaknya yakin daya tarik artefak dan cerita panjang bangsa masih cukup kuat untuk mengalahkan rasa enggan di loket.
Lagi pula, siapa tahu, melihat peninggalan ribuan tahun lalu bisa sedikit menghibur kegelisahan soal harga tiket hari ini.
Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Esti Nurjadin mengatakan bahwa Museum Nasional Indonesia di Jakarta Pusat selama tahun 2026 ditargetkan bisa menarik 780 ribu pengunjung.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Target kunjungan Museum Nasional Indonesia pada 2026 adalah sekitar 780 ribu pengunjung. Target ini disertai dengan fokus pada kualitas kunjungan, melalui penguatan kurasi pameran, program edukasi, serta peningkatan kenyamanan pengunjung," katanya di Jakarta, Jumat (16/1).
Dia menyampaikan bahwa Museum Nasional Indonesia selama tahun 2025 bisa menarik lebih dari 730 ribu pengunjung, meningkat signifikan dari sekitar 212 ribu pengunjung pada 2024.
Selama tahun 2025, ia melanjutkan, sekitar 674 ribu pengunjung museum merupakan wisatawan domestik dan sisanya wisatawan mancanegara serta tamu resmi.
"Hal ini menunjukkan bahwa museum semakin diminati oleh masyarakat Indonesia sendiri, khususnya sebagai ruang belajar publik dan rekreasi berbasis pengetahuan," katanya.
"Kami melihat pertumbuhan ini bukan sekadar lonjakan angka, tetapi sebagai indikasi meningkatnya minat publik terhadap museum sebagai ruang pembelajaran dan pengalaman budaya," ia menambahkan.
Menurut dia, jumlah pengunjung Museum Nasional Indonesia meningkat seiring dengan perbaikan tata pamer dan tata kelola museum serta peningkatan pelayanan bagi pengunjung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!