Makna Isra Miraj Menurut Akademisi UIN Saizu: Jaga Disiplin Spiritual dan Sosial
📅 Jumat, 16 Jan 2026, 11:07 WIB | Oleh: Yebdi TrismarIa menyoroti kondisi masyarakat saat ini yang diwarnai ketidakdisiplinan, menurunnya rasa tanggung jawab, serta memudarnya etika publik, meskipun simbol-simbol religius tampak kuat.
Ia menilai persoalan tersebut muncul ketika agama diperlakukan sebagai tradisi yang beku, bukan dialog hidup yang terus ditafsirkan ulang sesuai konteks zaman.
“Ketika agama berhenti sebagai simbol, nilai etisnya tidak lagi bekerja dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia menegaskan spirit Isra Miraj mendorong umat Islam mendialogkan shalat dengan realitas sosial, seperti ketepatan waktu dalam bekerja, kejujuran dalam memikul amanah, serta disiplin dalam tanggung jawab publik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, nilai-nilai tersebut akan membentuk etika sosial tanpa harus selalu disampaikan melalui khutbah panjang, tetapi hadir melalui keteladanan nyata.
“Ketika disiplin spiritual hidup, etika sosial akan tumbuh secara alami,” katanya.
Dia menilai pesan Isra Miraj relevan dalam menghadapi tantangan etika di era digital, termasuk maraknya ujaran kebencian dan disinformasi di media sosial.
Ia menekankan kesalehan tidak hanya diuji di ruang ibadah, juga di ruang digital melalui cara berbicara, berbagi informasi dan bersikap di hadapan perbedaan.
“Kesalehan hari ini juga diuji di media sosial, apakah kita mampu menjaga adab dan tanggung jawab moral,” katanya.
Muridan mengatakan Isra Miraj mengajarkan keseimbangan antara penguatan iman dan penataan kehidupan sosial, sehingga menjadi sumber energi moral bagi umat sekaligus penuntun etis bagi peradaban.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!