Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota Bandung Ungkap Keberhasilan Pembangunan Tergantung Partisipasi Warga

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 02:55 WIB | Oleh:
Wali Kota Bandung Ungkap Keberhasilan Pembangunan Tergantung Partisipasi Warga Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan keberhasilan pembangunan kota sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif masyarakat hingga tingkat paling bawah.

Hal itu disampaikannya saat dialog langsung bersama para ketua RW dan warga di Kelurahan Tamansari, dalam rangkaian Siskamling Siaga Bencana dan Prakarsa, pada Selasa (13/1).

Wali Kota Farhan menyebut, setiap hari kerja ia turun langsung menemui warga dengan beragam persoalan nyata di lapangan. Bahkan, intensitas kunjungan kini ditingkatkan hingga menyentuh puluhan titik setiap harinya.

Menurut dia, tanpa turun langsung, banyak persoalan krusial di tengah kepadatan Kota Bandung yang tidak akan teridentifikasi secara utuh.

Dalam kunjungan sebelumnya ke wilayah Lebak Siliwangi, Wali Kota Farhan mengungkap temuan permukiman yang dibangun sangat rapat di bawah pepohonan besar dan tua. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi karena pohon-pohon tersebut sudah saatnya dipangkas, namun tidak memiliki ruang aman untuk menjatuhkan dahan tanpa merusak rumah warga.

“Ini gambaran nyata betapa padatnya Kota Bandung. Kalau kita tidak datang langsung, kita tidak akan tahu ada persoalan seperti ini,” ujar dia.

Wali Kota farhan menjelaskan bahwa saat ini terdapat tiga jalur utama partisipasi masyarakat dalam pembangunan, yakni melalui reses DPRD, Musrenbang, dan Prakarsa. Namun tidak semua aspirasi dapat terakomodasi melalui dua jalur pertama.

“Karena itu ada Prakarsa. Di sinilah warga bermusyawarah menentukan prioritas kebutuhan. Tahun pertama ini, setiap RW mendapatkan alokasi Rp100 juta per tahun,” tutur dia.

Meski demikian, Wali Kota Farhan menyatakan, tidak semua jenis kegiatan dapat dibiayai melalui Prakarsa. Salah satunya adalah pengadaan insinerator. Menurut dia, pengelolaan insinerator harus diambil alih pemerintah kota karena biaya sangat besar, membutuhkan sertifikasi ketat dari Kementerian Lingkungan Hidup, serta memiliki risiko lingkungan jika tidak dioperasikan secara optimal.

“Kapasitas paling ideal itu 7 sampai 10 ton per hari. Di bawah itu mudah rusak, di atas itu berpotensi mencemari lingkungan. Harga satu unit bisa mencapai Rp1,5 miliar belum termasuk listrik, konstruksi, dan SDM,” papar dia.

Wali Kota Farhan menuturkan insinerator hanya menjadi solusi akhir. Sebagian besar sampah harus diselesaikan di tingkat kelurahan dan RW melalui pemilahan dan pengolahan. Ia menargetkan setiap RW mampu mengelola minimal 25 kilogram sampah organik per hari.

Di Kelurahan Tamansari, pengelolaan sampah organik telah terpusat di RW 15 dengan sistem maggot, komposter, dan pencacahan.

Wali Kota Farhan meminta agar sarana seperti mesin pencacah plastik dipasang dengan konstruksi yang aman untuk menghindari kerusakan akibat getaran. “Barangnya sudah ada, jangan sampai rusak karena instalasinya asal-asalan,” tegas dia.

Ia juga menekankan pentingnya memanusiakan petugas. Edukasi kepada warga harus dilakukan dengan pendekatan persuasif, bukan dengan sikap merendahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
BPH Migas Temukan Dugaan Pe...
Olahraga
Federasi Sepak Bola Italia ...
Olahraga
Veda Ega Pratama Bawa Modal...
Piala Dunia,  Inggris ke Semifinal Tundukkan Norwegia 2-1

Piala Dunia,  Inggris ke Semifinal Tundukkan Norwegia 2-1

12 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.