Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekda Kota Bandung: 26 Delegasi Negara Hadiri Peringatan Konferensi Asia Afrika

📅 Sabtu, 11 Jul 2026, 20:32 WIB | Oleh:
Sekda Kota Bandung: 26 Delegasi Negara Hadiri Peringatan Konferensi Asia Afrika Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Sebanyak 26 delegasi negara dipastikan hadir bersama para duta besar, perwakilan kementerian hingga tokoh internasional dalam rangkaian peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 2026.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, mengatakan kehadiran para delegasi tidak hanya mempererat hubungan persahabatan antarnegara tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Bandung.

“Bandung tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Potensi terbesar kita ada pada sektor jasa, pariwisata dan kunjungan wisatawan. Karena itu, penyelenggaraan acara internasional seperti Konferensi Asia Afrika diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Iskandar di jalan Asia Afrika Kota Bandung, Sabtu (11/7).

Selain dihadiri 26 delegasi negara, kegiatan tahun ini juga dihadiri para duta besar, perwakilan kementerian serta Menteri Lingkungan Hidup yang turut menghadiri sejumlah agenda dalam rangkaian peringatan Konferensi Asia Afrika.

Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, tahun ini terdapat sejumlah agenda baru, di antaranya talkshow, pameran hingga sesi khusus yang mengangkat isu Palestina.

Pada hari kedua penyelenggaraan akan digelar sesi khusus yang menghadirkan perwakilan Palestina untuk menyampaikan pidato di hadapan mahasiswa serta para duta besar. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyuarakan nilai-nilai kemerdekaan, perdamaian dan solidaritas yang sejak awal menjadi semangat Konferensi Asia Afrika.

Menurut dia, nilai-nilai yang lahir dari Konferensi Asia Afrika tetap relevan hingga saat ini dan perlu terus disuarakan kepada generasi muda maupun masyarakat internasional.

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung juga terus mendorong pengakuan internasional terhadap Gedung Merdeka sebagai situs Warisan Dunia UNESCO. Upaya tersebut diharapkan semakin kuat melalui penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika secara rutin setiap tahun.

“Kami berharap Konferensi Asia Afrika terus menjadi agenda tahunan sehingga dunia semakin memahami pentingnya peristiwa bersejarah ini. Harapannya, Gedung Merdeka dapat ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO karena memiliki nilai sejarah yang sangat besar bagi perjalanan diplomasi internasional,” ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Olahraga
Hari Ini Indonesia Berharap...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.