Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Mengapa Sekolah Negeri Selalu Jadi Pilihan Utama? Mengubah Cara Pandang terhadap Sekolah Swasta.

📅 Minggu, 12 Jul 2026, 09:03 WIB | Oleh:
Mengapa Sekolah Negeri Selalu Jadi Pilihan Utama? Mengubah Cara Pandang terhadap Sekolah Swasta. Doc: Antara Foto
Ket. Arsip - Aktivitas belajar mengajar saat hari pertama masuk sekolah.

Deretan orang tua yang berusaha mendapatkan kursi di sekolah negeri selalu menjadi pemandangan yang berulang setiap musim penerimaan murid baru. Persaingan berlangsung ketat, sementara daya tampung sekolah negeri memiliki batas yang tidak mungkin diperluas dalam waktu singkat.

Di sisi lain, masih ada anggapan bahwa sekolah negeri merupakan satu satunya pilihan terbaik, sedangkan sekolah swasta hanya menjadi alternatif ketika kesempatan itu tidak tercapai.

Cara pandang seperti itu sesungguhnya sudah semakin sulit dipertahankan. Perkembangan pendidikan menunjukkan bahwa kualitas sekolah tidak lagi ditentukan oleh status penyelenggaranya, melainkan oleh mutu pembelajaran, kepemimpinan sekolah, kompetensi guru, budaya belajar, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.

Fenomena tersebut juga terlihat di Kota Surabaya, Jawa Timur. Setelah seluruh tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 selesai, Pemerintah Kota Surabaya kembali menegaskan bahwa sekolah swasta merupakan bagian penting dalam menjamin hak setiap anak memperoleh pendidikan yang berkualitas.

Pesan itu bukan sekadar ajakan, melainkan cerminan perubahan ekosistem pendidikan yang mulai meninggalkan dikotomi antara negeri dan swasta.

Sebagian sekolah swasta bahkan telah menutup pendaftaran jauh sebelum pelaksanaan SPMB dimulai karena seluruh kuota telah terpenuhi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sekolah swasta terus meningkat seiring hadirnya berbagai program unggulan, penguatan karakter, inovasi pembelajaran, hingga kolaborasi dengan dunia industri maupun perguruan tinggi.

Kenyataan tersebut menjadi pengingat bahwa ukuran kualitas sekolah semakin bergeser. Orang tua kini tidak hanya mempertimbangkan status sekolah, tetapi juga lingkungan belajar, keamanan, pembentukan karakter, prestasi peserta didik, kemampuan berbahasa asing, literasi digital, hingga kesiapan menghadapi dunia kerja dan pendidikan tinggi.

Perubahan preferensi masyarakat sejalan dengan arah transformasi pendidikan nasional yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Sekolah dituntut membangun ekosistem yang mendorong kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, serta penguatan karakter sebagai bekal menghadapi tantangan abad ke 21.


Kolaborasi pendidikan

Meski demikian, tantangan pemerataan mutu pendidikan masih belum sepenuhnya selesai. Kapasitas sekolah negeri yang terbatas membuat keberadaan sekolah swasta menjadi kebutuhan yang tidak tergantikan. Tanpa dukungan sekolah swasta, pemerintah akan menghadapi kesulitan memenuhi hak pendidikan seluruh anak usia sekolah.

Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan sekolah swasta selama ini menampung jutaan peserta didik di seluruh Indonesia. Kontribusi tersebut bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari sistem pendidikan nasional.

Di Surabaya, pendekatan kolaboratif mulai diperkuat melalui integrasi layanan SPMB dengan informasi sekolah swasta. Orang tua yang belum memperoleh kursi di sekolah negeri tetap mendapatkan pendampingan untuk menemukan sekolah yang sesuai dengan lokasi tempat tinggal maupun kemampuan ekonomi keluarga.

Langkah ini memperlihatkan bahwa pemerintah tidak berhenti pada proses seleksi, tetapi juga memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar.

Inovasi lain yang patut diapresiasi ialah integrasi sistem SPMB dengan data kesejahteraan masyarakat. Kebijakan tersebut mempermudah pelaksanaan jalur afirmasi sekaligus memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Sistem yang saling terhubung juga meningkatkan transparansi serta mengurangi potensi kesalahan dalam proses seleksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.