Masyarakat Luwu Timur Bakal Memiliki 125 Koperasi Desa Merah Putih
📅 Rabu, 14 Jan 2026, 13:40 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ant
LUWU TIMUR – Daerah-daerah lain sudah mulai menjalankan koperasi desa, tapi Luwu Timur baru mulai membangun. Bupati Luwu Timur, Sulsel, Irwan Bachri Syam, mengatakan 75 persen dari 125 desa di tiga kelurahan sedang dalam proses pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
"Syukurlah dari 125 desa dan 3 kelurahan, semuanya sudah punya lokasi KDMP. Bahkan 75 persen di antaranya sedang proses pembangunan,” ujar Bupati Irwan dalam keterangannya yang diterima di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan bersama Panglima Kodam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, telah meletakkan batu pertama pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, yang menjadi salah satu titik pembangunan KDMP.
Irwan Bachri Syam menjelaskan penguatan koperasi desa sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah Luwu Timur yang menempatkan desa sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek.
”Kami berharap, dengan adanya gerai KDMP ini, masyarakat desa akan lebih mudah mengakses kebutuhan, pelaku UMKM mendapatkan ruang berkembang, dan perputaran ekonomi lokal semakin hidup,” kata Irwan.
“Mari kelola KDMP secara profesional, transparan, dan berorientasi pada anggota, agar manfaatnya dirasakan seluruh warga,” ujar dia. Pangdam Mayjen TNI Bangun Nawoko menyempatkan diri memberikan masukan terkait pembangunan KDMP Sorowako.
”Bangun gerai ini menghadap Danau Matano, ikon Luwu Timur. Biar pengunjung bisa nikmati keindahan danau terdalam serta terunik di dunia sambil berbelanja,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Soal Pendidikan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), juga tengah meningkatkan mutu pendidikan. Pemkab mengumpulkan para kepala sekolah (kepsek) negeri dan swasta tingkat PAUD, SD, dan SMP, dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam dalam keterangannya di Makassar, Selasa, membahas sejumlah hal penting terkait peningkatan mutu pendidikan, mulai dari kedisiplinan, pembinaan guru, pengelolaan Dana BOS, dukungan terhadap program pemerintah daerah, hingga pembenahan sarana dan prasarana sekolah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bupati Irwan menegaskan kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan dan harus dimulai dari pimpinan di masing-masing satuan pendidikan. Selain kedisiplinan, kata dia, ketaatan terhadap jam masuk dan pulang sekolah juga harus diterapkan tanpa toleransi.
“Kalau sudah ditetapkan jam masuk dan pulang, itu yang harus dijalankan, dan kepala sekolah harus jadi contoh,” ucap Bupati Irwan. Selain itu ia meminta agar setiap sekolah melaksanakan rapat koordinasi internal minimal satu kali seminggu atau dua kali dalam sebulan, dengan melibatkan seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, termasuk petugas kebersihan.
Lebih lanjut Bupati Irwan meminta manfaatkan Dana BOS secara optimal untuk kepentingan tenaga pendidikan dan kebutuhan prioritas sekolah. Ia juga menginstruksikan agar sekolah melaksanakan sejumlah program pembiasaan, antara lain Jumat Bersih, Juara setiap hari Jumat, kegiatan zikir pada malam Jumat bagi peserta didik Muslim, serta kegiatan keagamaan bagi agama lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!