Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mantan Gubernur DKI Sutiyoso: Tiang Monorel Dibongkar, Akhirnya Gak Sakit Mata Lagi

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 15:25 WIB | Oleh:
Mantan Gubernur DKI Sutiyoso: Tiang Monorel Dibongkar, Akhirnya Gak Sakit Mata Lagi Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang pernah menggagas proyek monorel pada awal 2000-an mengaku lega karena proyek yang sempat ia mulai akhirnya memperoleh kejelasan setelah puluhan tahun terbengkalai.

JAKARTA - Setelah hampir 22 tahun berdiri tanpa fungsi, tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, akhirnya mulai dibongkar pada Rabu (14/1/2026). Pembongkaran ini menandai berakhirnya salah satu proyek transportasi paling kontroversial yang lama menjadi simbol ketidakpastian kebijakan di Ibu Kota.

Proses pembongkaran tersebut disaksikan langsung oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang pernah menggagas proyek monorel pada awal 2000-an. Ia mengaku lega karena proyek yang sempat ia mulai akhirnya memperoleh kejelasan setelah puluhan tahun terbengkalai.

Sutiyoso menyebut keberadaan tiang monorel mangkrak selama ini kerap mengusik perasaannya setiap kali melintas di kawasan tersebut. Menurutnya, tiang-tiang itu menjadi pengingat pahit atas proyek besar yang tidak pernah benar-benar selesai.

"Kalau saya lewat ini enggak sakit mata lagi saya," ucap Sutiyoso saat menyaksikan pembongkaran.

Ia mengaku sering merasa sedih karena proyek yang ia rintis justru berakhir menjadi pemandangan terbengkalai.

Sutiyoso menjelaskan bahwa proyek monorel merupakan bagian dari perencanaan besar transportasi makro Jakarta. Rencana tersebut disusun pada awal 2000-an sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan.

Pada masa itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merancang empat moda transportasi utama yang saling terintegrasi. Keempat moda tersebut meliputi MRT, monorel, busway, dan waterway yang diharapkan menjadi tulang punggung mobilitas warga Jakarta.

Namun, proyek monorel tidak berlanjut setelah masa jabatan Sutiyoso berakhir pada 2007. Rencana tersebut juga tidak diteruskan oleh gubernur-gubernur berikutnya sehingga menyisakan struktur tiang yang terbengkalai di sejumlah ruas jalan.

"Pada 2004 supaya cepat bisa kami selesaikan, dicanangkan oleh Presiden Megawati," kata Sutiyoso. 

Ia menyebut saat itu perencanaan sudah matang dan investor dari Tiongkok telah disiapkan.

Sutiyoso menuturkan bahwa dirinya harus mengakhiri jabatan sebelum proyek tersebut rampung. Kondisi itu membuat kelanjutan monorel kehilangan arah dan akhirnya terhenti total.

Akibat tidak adanya keputusan lanjutan, tiang-tiang monorel yang sudah terpasang dibiarkan berdiri tanpa fungsi selama puluhan tahun. Struktur tersebut lambat laun berubah menjadi besi tua yang dinilai merusak estetika kawasan bisnis Jakarta.

"Dalam kondisi seperti itu harus ada satu keputusan yang jelas," ujar Sutiyoso. 

Ia menilai pembongkaran yang dilakukan saat ini menjadi bentuk kepastian yang seharusnya diambil sejak lama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.