Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ruang Lebih Sempit, APBN 2026 Harus Dorong Pertumbuhan Ekonomi

📅 Selasa, 13 Jan 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Ruang Lebih Sempit, APBN 2026 Harus Dorong Pertumbuhan Ekonomi Doc: istimewa
Ket. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

JAKARTA - Proyeksi defisit fiskal Indonesia yang tetap dijaga di bawah 3 persen pada 2026 perlu dibaca secara hati-hati, terutama mengingat posisi defisit APBN 2025 yang tercatat 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) sudah mendekati ambang batas undang-undang.

Direktur Masyarakat Ekonomi Politik Indonesia (MEPI) Iyuk Wahyudi mengatakan, secara hukum dan disiplin fiskal, komitmen Pemerintah menjaga defisit di bawah 3 persen memang penting untuk menjaga kredibilitas kebijakan fiskal di mata investor dan pasar.

Namun, ia menekankan bahwa tantangan utama APBN ke depan bukan sekadar menjaga angka defisit, melainkan memastikan kebijakan fiskal tetap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Menjaga defisit di bawah 3 persen itu perlu, tapi itu bukan tujuan akhir dari kebijakan fiskal,” kata Iyuk, Selasa (12/1).

Menurut Iyuk, ruang fiskal APBN 2026 akan jauh lebih sempit dibanding tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan tekanan penerimaan negara yang belum sepenuhnya pulih dan kebutuhan belanja yang tetap tinggi.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah dituntut lebih cermat dalam menentukan prioritas belanja agar tidak mengorbankan fungsi APBN sebagai instrumen stimulus ekonomi.

“Kalau defisit dijaga hanya dengan menahan belanja produktif, risikonya justru kontraproduktif bagi pertumbuhan,” katanya.

Ia juga menggarisbawahi risiko ketergantungan berlebihan pada asumsi optimistis penerimaan pajak untuk menjaga defisit tetap rendah. Menurutnya, perlambatan ekonomi global, tekanan sektor ekspor, serta daya beli domestik yang belum sepenuhnya kuat dapat mempengaruhi realisasi penerimaan negara pada 2026.

“Masalah fiskal kita ke depan lebih banyak di sisi penerimaan, bukan semata-mata di sisi belanja,” kata Iyuk.

Iyuk menegaskan, kebijakan fiskal ke depan perlu diarahkan pada peningkatan kualitas belanja dan perluasan basis penerimaan negara, bukan sekadar kepatuhan pada batas defisit. Ia menilai disiplin fiskal tetap penting, tetapi harus berjalan seiring dengan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“APBN bukan hanya soal angka defisit, tapi soal sejauh mana anggaran negara mampu menjaga momentum ekonomi,” kata Iyuk.

Bantuan Sosial

Sementara itu, Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist sekaligus ASEAN Economist HSBC Global, Pranjul Bhandari dalam kesempatan lain memproyeksikan defisit fiskal Indonesia tetap terjaga berada di bawah batas maksimal 3 persen pada 2026.

Indonesia mencatatkan defisit fiskal sebesar 2,92 persen dari PDB pada 2025, atau hampir menyentuh ambang batas yang ditetapkan undang-undang (UU) sebesar 3 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Megapolitan
Mudah Ini, Bisa Temukan 2.0...
Megapolitan
Lagi-lagi Pada Hari Kamis P...
Daerah
Tingkatkan Riset dan Pemban...

Tramtib Wilayah, Tangerang Siaga Antisipasi Gangguan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tramtib Wilayah, Tangerang ...

Per Juli 2026, Arus Petikemas IPC TPK Tembus 2,17 Juta TEUs

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Per Juli 2026, Arus Petikem...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Wah… Menyedihkan dan juga Memalukan, Pebulu Tangkis Indonesia Diselidiki BWF Diduga Jual Angka   

Wah… Menyedihkan dan juga Memalukan, Pebulu Tangkis Indonesia Diselidiki BWF Diduga Jual Angka  

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Juli Jadi Bulan Terpanas Kedua Dunia
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.