Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Longsor Sampah di Filipina Mengubur Puluhan Pekerja TPA, Menewaskan 4 Orang

📅 Minggu, 11 Jan 2026, 12:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Longsor Sampah di Filipina Mengubur Puluhan Pekerja TPA, Menewaskan 4 Orang Doc: CNA/AP
Ket. Foto udara memperlihatkan tumpukan sampah besar runtuh menimpa fasilitas pemilahan sampah di Binaliw, kota Cebu, pada 9 Januari 2026

MANILA - Para petugas penyelamat yang mengenakan helm pengaman dan ekskavator menggali puing-puing untuk mencari korban selamat pada hari Sabtu (10/1) di bawah bayang-bayang gunung sampah yang mengubur puluhan pekerja tempat pembuangan sampah di Filipina tengah, menewaskan sedikitnya empat orang.

Sekitar 50 pekerja sanitasi terkubur ketika tumpukan sampah menimpa mereka pada hari Kamis dari ketinggian yang diperkirakan oleh seorang anggota dewan kota setinggi 20 lantai di Tempat Pembuangan Sampah Binaliw, sebuah fasilitas yang dioperasikan swasta di Kota Cebu.

Para penyelamat kini menghadapi bahaya runtuhan lebih lanjut saat mereka menyusuri reruntuhan, kata petugas penyelamat Cebu, Jo Reyes, kepada AFP pada hari Sabtu.

"Operasi sedang berlangsung saat ini. Ini berkelanjutan. (Namun) dari waktu ke waktu, tempat pembuangan sampah bergeser, dan itu akan menghentikan operasi untuk sementara waktu," katanya.

Top of Form

Bottom of Form

"Kita harus berhenti sejenak demi keselamatan para penyelamat kita."

Informasi dari lokasi bencana muncul secara perlahan, para pegawai kota menyebutkan kurangnya sinyal dari lokasi pembuangan sampah, yang melayani Cebu dan komunitas sekitarnya.

Joel Garganera, anggota dewan kota Cebu, mengatakan kepada AFP, pada pukul 10 pagi, jumlah korban tewas akibat bencana tersebut telah meningkat menjadi empat orang, dengan 34 orang masih hilang.

"Keempat korban jiwa berada di dalam fasilitas tersebut ketika kejadian itu terjadi... Mereka punya rumah-rumah staf di dalam gedung tempat sebagian besar orang yang terkubur tinggal," katanya.

"Ini sangat sulit bagi para penyelamat, karena ada potongan-potongan baja yang sangat berat, dan sesekali, sampah-sampah itu bergerak karena beban dari atas," kata Garganera.

"Kami berharap dengan sepenuh hati dan berdoa untuk keajaiban," katanya ketika ditanya tentang jangka waktu upaya penyelamatan.

"Kita tidak bisa langsung beralih ke pengambilan jenazah, karena ada banyak anggota keluarga yang berada di dalam properti tersebut menunggu hasil positif apa pun."

Setidaknya 12 karyawan berhasil diselamatkan hidup-hidup dari tumpukan sampah dan dirawat di rumah sakit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Luar Negeri
Italia Usul Tambah Pajak Ba...
Luar Negeri
Iran Siapkan Undang-undang ...
Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.