Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lebak Tetapkan 28.100 Hektare Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

📅 Minggu, 11 Jan 2026, 16:16 WIB | Oleh:
Lebak Tetapkan 28.100 Hektare Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Seorang petani meninjau tanaman padi yang masuk kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 140 hektare di Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak.

Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten menetapkan seluas 28.100 hektare kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) guna mendukung program swasembada pangan di daerah itu.

Kepala Bidang Penyediaan dan Pengembangan Prasarana Pertanian (P4) Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Itan Oktarianto di Lebak, Minggu, mengatakan pemerintah daerah melindungi kawasan LP2B untuk memenuhi ketersediaan pangan masyarakat juga mendukung program swasembada pangan nasional.

Kawasan LP2B tersebut tentu tidak boleh beralihfungsi, karena sudah memiliki kebijakan pemerintah daerah juga payung hukum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan penetapan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Karena itu, pemerintah daerah tidak memberikan perizinan bagi investor industri, perumahan, pergudangan dan perkantoran yang menggunakan kawasan LP2B.

Selain itu juga pihaknya akan memproses secara hukum jika investor mengembangkan usahanya di kawasan LP2B tersebut.

"Kita menjaga dan melindungi kawasan LP2B untuk memenuhi ketersediaan pangan masyarakat," katanya.

Menurut dia, kawasan LP2B merupakan lahan sawah yang ditetapkan pemerintah setempat untuk digunakan sebagai lahan pertanian pangan secara berkelanjutan dan tidak boleh dialihfungsikan.

Selama ini, Kabupaten Lebak cukup besar menyumbangkan kontribusi pangan di Provinsi Banten, bahkan produksi beras bisa mencapai 600 ribu ton per tahun.

Produksi beras tersebut dinyatakan surplus jika dibandingkan konsumsi masyarakat Kabupaten Lebak dengan penduduk 1,4 juta jiwa.

Sedangkan , kebutuhan beras untuk warga Lebak rata - rata 148 ribu ton per tahun, sehingga surplus 420 ribu ton.

Dari 420 ribu ton itu, kata Itan, sebagian beras dipasok ke berbagai daerah, seperti Tangerang, Jakarta, Bogor hingga Lampung.

Karena itu, pihaknya berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepolisian, TNI dan Kejaksaan agar tidak terjadi kawasan LP2B beralihfungsi lahan.

"Kita melalui kolaborasi itu, dapat mencegah terjadinya alihfungsi lahan guna mendorong peningkatan produksi pangan," katanya menjelaskan.

Sementara Ketua Kelompok Tani Blok Sentral Rangkasbitung Kabupaten Lebak Udin mengatakan lahan sawah di wilayahnya terlindungi dan terjaga, karena masuk RTRW dan LSD kawasan LP2B seluas 70 hektare.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.